Kisah Mika Riandita, Penjual Cilok yang Sukses Naik Kelas Lewat Juragan Jaman Now

Mika Riandita, peserta JJN season 4. Foto: Dok. Metro TV

Kisah Mika Riandita, Penjual Cilok yang Sukses Naik Kelas Lewat Juragan Jaman Now

Putri Purnama Sari • 29 January 2026 18:58

Jakarta: Program Juragan Jaman Now (JJN) Season 5 Metro TV akan segera dimulai. Ajang ini kembali menghadirkan kisah inspiratif para pelaku usaha yang berjuang membangun bisnis dari nol hingga berkembang pesat. Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Mika Riandita, pemilik usaha makanan Cilok Judes.

Mika Riandita merupakan peserta Juragan Jaman Now Season 4. Usaha Cilok Judes ia rintis sejak 2018 dari sebuah lapak kecil di pintu barat Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan. Berbeda dari cilok pada umumnya, Cilok Judes dibuat dengan campuran daging dan menghadirkan cita rasa khas jajanan Nusantara.

"Saya ingin membawa cilok jadi jajanan tradisional yang naik kelas, jadi saya tambahkan daging dengan tujuh varian," kata Mika dalam program Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 26 Januari 2026.

Tidak hanya dijual di kedai, Cilok Judes juga dikemas dalam bentuk frozen food, sehingga memudahkan konsumen menikmati produk kapan saja dan di mana saja. 

Mika memposisikan Cilok Judes sebagai produk premium yang menyasar pasar menengah ke atas, lengkap dengan berbagai varian rasa dan konsep outlet yang modern.
 


Konsep cilok premium ini sempat menuai perhatian publik, terutama saat Cilok Judes dijual dengan harga sekitar Rp55.000 per porsi. Harga tersebut dianggap tidak biasa untuk produk cilok. Namun justru dari situlah Cilok Judes menjadi perbincangan luas di media sosial.

Dalam kompetisi Juragan Jaman Now Season 4, Cilok Judes viral di Instagram dan TikTok hingga meraih jutaan penayangan. Komentar publik yang beragam memicu rasa penasaran konsumen untuk mencoba produk tersebut. Dampaknya, penjualan Cilok Judes mengalami lonjakan signifikan.


Juragan Jaman Now season 4. Foto: Metro TV.

Mika mengungkapkan, keikutsertaannya dalam Juragan Jaman Now memberikan banyak manfaat, mulai dari pemahaman branding, strategi pemasaran, hingga penentuan target pasar yang lebih tepat. Ia menyadari bahwa produk Cilok Judes memang memiliki ceruk pasar tersendiri di segmen menengah ke atas.

"Alhamdulillah di JJN kita bisa belajar branding, belajar marketing, dan saya jadi lebih tau segmen target saya menengah ke atas. Sebenarnya cilok kami ada yang harga Rp10.000 di awal yang pake aci, cilok aci tanpa daging," lanjutnya.

Selain peningkatan penjualan yang mencapai lebih dari dua kali lipat, Mika juga merasakan manfaat besar dari sisi networking dan pendampingan bisnis. Selama mengikuti JJN, ia mendapatkan mentoring dari para coach dan panelis, termasuk pelatihan yang sebelumnya sulit diakses oleh pelaku UMKM karena keterbatasan biaya.
 
Kini, Cilok Judes tidak hanya berkembang di wilayah Jabodetabek, tetapi juga telah memiliki reseller di berbagai daerah seperti Palembang dan Semarang.

Mika menilai, viralitas di media sosial justru menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar dan mengenalkan cilok sebagai jajanan tradisional yang naik kelas.

"Alhamdulillah penjualan di outlet juga meningkat, jadi karena mungkin orang penasaran dan akhirnya mencoba. Omset juga meningkat dan membaik akhir-akhir ini 100 persen lebih usai ikut JJN," tambahnya.

Ke depan, Mika berkomitmen untuk terus menjaga kualitas produk dan mengembangkan bisnis secara bertahap. Ia percaya, konsistensi kualitas dan diferensiasi produk menjadi kunci agar Cilok Judes tetap bertahan di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat.

Program Juragan Jaman Now sendiri diharapkan terus menjadi wadah pengembangan UMKM Indonesia, khususnya di sektor makanan dan minuman, fesyen, serta kriya, dengan menghadirkan inspirasi nyata dari para pelaku usaha yang berhasil mengubah ide sederhana menjadi bisnis berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)