Siaga Cuaca Ekstrem: Pemprov DKI Perpanjang Modifikasi Cuaca hingga Februari

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau normalisasi Kali Cakung Lama, Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa, 27 Januari 2026. Metrotvnews.com/Cony

Siaga Cuaca Ekstrem: Pemprov DKI Perpanjang Modifikasi Cuaca hingga Februari

Cony Brilliana • 27 January 2026 13:36

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi hingga awal Februari. Perpanjangan OMC dilakukan berdasarkan hasil pemantauan cuaca serta data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menekan risiko banjir.

“Saya sudah memperpanjang OMC sampai dengan tanggal 27 per hari ini dan kalau hari ini tadi pagi jam 7 pagi tidak kita naikkan OMC-nya, pasti cuacanya berbeda dengan apa yang kita rasakan pada saat ini,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau normalisasi Kali Cakung Lama, Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa, 27 Januari 2026.

Pramono menegaskan keputusan memperpanjang OMC bukan tanpa dasar. Menurut dia, tanpa intervensi cuaca sejak pagi hari, kondisi Jakarta berpotensi mengalami hujan lebih ekstrem dibandingkan yang terjadi saat ini.

Selain mempertimbangkan kondisi cuaca, Pramono menyebut OMC dilakukan secara terkoordinasi dengan wilayah penyangga. Langkah ini dinilai penting karena tingginya curah hujan di daerah sekitar dan berpotensi menambah debit air yang masuk ke Jakarta.

Pramono memastikan pelaksanaan OMC akan terus dievaluasi sesuai perkembangan cuaca harian, dengan fokus utama tetap pada perlindungan wilayah Jakarta dari ancaman banjir.

“Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan DPRD DKI Jakarta memang sudah mengalokasikan untuk 1 bulan penuh anggarannya. Jadi kalau memang masih diperlukan, kami akan melakukan OMC," kata Pramono.
 

Baca Juga: 

Waspada Cuaca Ekstrem Jakarta Selasa 27 Januari, Ini Strategi Pramono



Ilustrasi cuaca ekstrem. Metrotvnews.com

Pramono menjelaskan perpanjangan OMC dilakukan untuk mencegah dampak lanjutan dari curah hujan tinggi yang dapat memicu banjir besar. Menurut dia, pengalaman banjir sebelumnya menjadi pelajaran penting agar langkah pencegahan dilakukan lebih awal.

Selain itu, tingginya potensi hujan di wilayah penyangga seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan turut menjadi pertimbangan. Tanpa pengendalian di hulu dan sekitarnya, Jakarta berisiko menerima kiriman air dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, OMC diposisikan sebagai upaya penanganan jangka pendek yang berjalan beriringan dengan solusi jangka menengah dan panjang, termasuk normalisasi sungai dan proyek pengendalian banjir lainnya.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah mengaktifkan OMC sebagai langkah mitigasi cepat untuk mengendalikan curah hujan. Operasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan analisis cuaca dari BMKG.

OMC menjadi bagian dari strategi terpadu pengendalian banjir Jakarta, yang mencakup penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang. Pemprov DKI juga melanjutkan program normalisasi sungai, serta koordinasi lintas wilayah guna mengurangi risiko banjir di Ibu Kota.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)