Arsip foto - Tangkapan layar video yang beredar melalui aplikasi WhatsApp mengenai warga mengecek luapan Kali Angin yang menggenangi Grumbul Karet, Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat, 19 September 2025. ANTARA/Sum
Warga Banyumas Diimbau Waspada Potensi Banjir Saat Puncak Musim Hujan
Silvana Febiari • 15 January 2026 13:34
Purwokerto: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mengingatkan potensi banjir akibat tingginya intensitas curah hujan. Periode Januari-Februari diprakirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai puncak musim hujan.
"Peta potensi banjir ini kami sampaikan sebagai peringatan dini. Masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan, kami imbau meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma di Purwokerto, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Januari 2026.
Berdasarkan pemetaan BPBD yang mengacu data BMKG, sejumlah kecamatan di Banyumas masuk dalam kategori potensi banjir menengah hingga tinggi. Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam melakukan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Dalam hal ini, wilayah dengan potensi banjir menengah meliputi Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Cilongok, Gumelar, Jatilawang, Kalibagor, Kebasen, Kemranjen, Lumbir, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Selatan, Rawalo, Sokaraja, Somagede, Sumpiuh, Tambak, dan Wangon.
Sementara wilayah dengan potensi banjir tinggi mencakup Kecamatan Ajibarang, Baturraden, Cilongok, Gumelar, Kedungbanteng, Kembaran, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Sokaraja, dan Wangon.
"Potensi banjir dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain curah hujan yang tinggi, kondisi daerah aliran sungai (DAS), kapasitas sistem drainase, serta aktivitas manusia di kawasan rawan genangan," ungkap Irawan.
.jpg)
Ilustrasi banjir. Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M
Terkait hal itu, BPBD Banyumas telah menginstruksikan jajaran internal, relawan kebencanaan, serta pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan langkah antisipasi, seperti pengecekan titik rawan banjir, kesiapan logistik, dan penguatan koordinasi lintas sektor.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai dan rutin membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diminta segera melapor jika terdapat tanda-tanda potensi bencana.
"Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Banyumas yang siaga 24 jam di nomor 0815-4880-8886," pungkas Irawan.