3.500 Warga Desa Tempur Jepara Terisolasi Akibat Longsor

Kepala BNPB saat meninjau longsor di Desa Tempur. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

3.500 Warga Desa Tempur Jepara Terisolasi Akibat Longsor

Rhobi Shani • 16 January 2026 22:28

Jepara: Bencana longsor yang melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, sejak 9 Januari 2026 menyebabkan ribuan warga terisolasi. Pembentukan jalur alternatif diusulkan agar lalu lintas warga tidak lagi bergantung pada jalan bekas longsoran.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan usulan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi di Desa Tempur. "Wakil Bupati dan dari Kementerian Pekerjaan Umum menyarankan rute ini tidak bisa lagi digunakan untuk lalu lintas masyarakat. Jadi jangka panjangnya nanti akan dibuat jalan alternatif," ujar Suharyanto di lokasi longsor, Jumat, 16 Januari 2026.

Suharyanto sebelumnya meninjau langsung lokasi longsor yang memutus akses warga. Ia juga memeriksa jembatan yang terdampak tanah longsor. Pihaknya telah berkoordinasi untuk membangun jembatan darurat yang dapat dilalui kendaraan roda empat.


"Jembatan yang di atas, meskipun sekarang bisa dilalui dengan sepeda motor, tadi hasil rapat diputuskan untuk harus bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Karena ada 3.500 jiwa di atas yang terisolir," ungkap Suharyanto.

Ia meminta pembersihan material longsor terus dikerjakan agar jalan dapat berangsur pulih dan dilalui masyarakat dalam waktu dekat. "Jangka pendeknya tetap ini dibersihkan. Untuk jembatan yang putus tadi Pekerjaan Umum (PU) sudah memberi bantuan bronjong. Sehingga, dalam waktu dua tiga minggu jalannya sudah pulih secara darurat sudah bisa dilalui," beber Suharyanto.

Anggaran untuk operasional alat berat pembersihan serta pembangunan jembatan darurat akan ditanggung pemerintah pusat melalui BNPB. "Bahwa alat berat ini, terus bronjong, terus untuk jembatan darurat semuanya ditanggung pemerintah pusat lewat BNPB," ujar Suharyanto.


Proses modifikasi cuaca di Jawa Tengah. Metrotvnews.com/istimewa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)