Menkeu AS Ancam Lakukan Intervensi terhadap Yen Jepang

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Menkeu AS Ancam Lakukan Intervensi terhadap Yen Jepang

Eko Nordiansyah • 3 August 2026 08:30

Washington: Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington tidak akan ragu untuk berpartisipasi dalam intervensi valuta asing terkoordinasi lebih lanjut dengan Jepang jika pergerakan yen yang tidak teratur terus berlanjut.

Dalam sebuah unggahan di X, Bessent mengatakan intervensi bersama AS dan Jepang pada Jumat telah menangkal pergerakan yen yang tidak teratur. Departemen Keuangan tetap berhubungan erat dengan Kementerian Keuangan Jepang (MOF) dan Bank Sentral Jepang (BOJ).

"Kami tidak akan ragu untuk berpartisipasi dalam intervensi bersama lebih lanjut," tulis Bessent dikutip dari Investing, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menambahkan, Departemen Keuangan juga mendukung perluasan Fasilitas Repo Otoritas Moneter Asing dan Internasional (FIMA) Federal Reserve, menyebutnya sebagai penopang likuiditas yang penting.



(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Intervensi pemerintah Jepang terhadap yen

Pernyataan tersebut muncul setelah Jepang mengkonfirmasi telah melakukan intervensi pembelian yen terkoordinasi pertama dengan AS sejak 2011, menyusul penurunan tajam mata uang Jepang ke level terendah 40 tahun terhadap dolar.

Intervensi terkoordinasi tersebut membantu yen pulih dengan tajam. Mata uang tersebut menguat lebih dari dua persen pada hari Kamis dan memperpanjang penguatan tersebut pada hari Jumat, mencapai di bawah level 158 per dolar menjelang keputusan kebijakan Bank Sentral Jepang.

BOJ mempertahankan suku bunga jangka pendeknya tidak berubah di satu persen pada Jumat, tetapi memberi sinyal mereka tetap siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika inflasi inti terus menguat.

Pasangan mata uang yen USD/JPY terakhir diperdagangkan 0,1 persen lebih tinggi pada 157,71 yen, setelah merosot hampir empat persen minggu lalu.

Presiden Donald Trump juga mendukung intervensi terkoordinasi tersebut, menggambarkannya sebagai tindakan persahabatan dan kerja sama ekonomi antara kedua sekutu.

“Mereka menginginkan sedikit bantuan, dan kami selalu ada untuk Jepang,” kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One pada Minggu.

Bessent mengatakan AS sangat mendukung langkah-langkah kebijakan pasar dan moneter Jepang baru-baru ini untuk mengatasi apa yang ia gambarkan sebagai undervaluation yen yang substansial, menambahkan pemerintah Perdana Menteri Sanae Takaichi memasuki fase baru Abenomics yang menarik.

(Eko Nordiansyah)