Pesawat Wisata Jatuh dalam Penerbangan ke Nazca Lines Peru, 13 Orang Tewas

Polisi berada di lokasi jatuhnya pesawat wisata di Peru, Sabtu, 1 Agustus 2026. (EFE)

Pesawat Wisata Jatuh dalam Penerbangan ke Nazca Lines Peru, 13 Orang Tewas

Willy Haryono • 2 August 2026 10:44

Lima: Sebuah pesawat kecil yang membawa wisatawan asing untuk melihat situs arkeologi terkenal Nazca Lines jatuh di Peru pada Sabtu kemarin, menewaskan seluruh 13 orang di dalamnya.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Peru mengatakan korban terdiri atas tujuh warga Italia, dua Jerman, dua Spanyol, serta dua awak pesawat.

Pesawat jenis Cessna 208 Caravan itu lepas landas dari Bandara Pisco sekitar pukul 13.00 waktu setempat untuk penerbangan wisata menuju Nazca Lines, sekitar 240 kilometer di selatan ibu kota Lima.

"Kami memperoleh informasi bahwa 11 penumpang dan dua awak pesawat meninggal dunia," kata Mayor Kepolisian Jorge Andrade kepada wartawan di lokasi kejadian.

Ia menambahkan bahwa tidak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut. "Mengingat parahnya kecelakaan ini, tidak ada yang selamat. Sejauh ini kami telah mengevakuasi empat jenazah," ujarnya, dikutip dari The Korea Times, Minggu, 2 Agustus 2026.

Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap identitas para korban maupun penyebab pasti kecelakaan.

Kementerian Perhubungan Peru menyatakan otoritas penerbangan sipil bersama badan investigasi kecelakaan udara akan melakukan penyelidikan. Tim penyidik telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan barang bukti.

Petugas pemadam kebakaran dan kepolisian tampak bekerja di sekitar bangkai pesawat yang hangus terbakar. Salah satu roda pesawat ditemukan terlepas dari badan pesawat.

Presiden Peru Keiko Fujimori mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan kemungkinan menutup sementara Bandara Pisco menyusul kecelakaan tersebut.

Dugaan Keadaan Darurat di Udara

Nazca Lines merupakan kumpulan geoglif yang terukir di gurun pasir Peru dan diperkirakan dibuat antara 500 SM hingga 500 M. Situs Warisan Dunia UNESCO itu terkenal dengan pola geometris dan gambar hewan berukuran raksasa yang hingga kini masih menyimpan misteri mengenai tujuan pembuatannya.

Pesawat nahas tersebut dioperasikan oleh maskapai wisata AeroDiana, yang menyediakan penerbangan selama sekitar 30 menit hingga satu jam untuk melihat Nazca Lines dari udara.

Pihak AeroDiana menyatakan akan segera menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

Sementara itu, pemerintah daerah Vista Alegre, lokasi jatuhnya pesawat, menyebut informasi awal mengindikasikan pesawat mengalami keadaan darurat saat masih berada di udara, meski belum merinci penyebabnya.

Seorang warga setempat mengatakan pesawat meledak sesaat setelah menghantam permukaan tanah.

Bandara Pisco setiap hari melayani puluhan penerbangan wisata menuju Nazca Lines yang sebagian besar membawa wisatawan mancanegara.

Kecelakaan serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Pada 2022, tujuh orang tewas dalam kecelakaan pesawat wisata di kawasan yang sama. Sementara pada Oktober 2010, enam orang, termasuk empat wisatawan asal Inggris, meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat AirNasca usai penerbangan wisata di atas Nazca Lines.

Baca juga: Pesawat Kecil Jatuh di Pemukiman Brasil, 10 Penumpangnya Tewas

(Willy Haryono)