Bendera Korea Utara. (Anadolu Agency)
Korut Tuduh AS dan Sekutunya Ciptakan Krisis Keamanan Baru di Asia Pasifik
Willy Haryono • 4 August 2026 13:08
Pyongyang: Korea Utara menuduh Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan menciptakan "krisis keamanan baru" di kawasan Asia-Pasifik melalui peningkatan kerja sama militer yang dinilai mengancam stabilitas regional.
Dalam komentar yang diterbitkan kantor berita pemerintah Korean Central News Agency (KCNA) pada Selasa, 4 Agustus 2026, seorang komentator militer Korea Utara menyatakan ketiga negara terus memperkuat kemampuan tempur bersama melalui latihan militer berskala besar.
Salah satu yang disorot adalah latihan angkatan laut Rim of the Pacific (RIMPAC) yang dipimpin Amerika Serikat dan dikenal sebagai latihan perang maritim multinasional terbesar di dunia.
Menurut Pyongyang, RIMPAC tahun ini melibatkan lebih dari 30.000 personel, lebih dari 30 kapal perang, lima kapal selam, serta hampir 190 pesawat militer.
Korea Utara menyebut latihan tersebut sebagai simulasi untuk melakukan "agresi" dan menuduh Washington berupaya memperkuat dominasi militernya di kawasan dengan dukungan Tokyo dan Seoul.
Ancam Tingkatkan Daya Tangkal
Pyongyang juga mengkritik latihan udara dan logistik terbaru antara Amerika Serikat dan Korea Selatan, rencana penguatan struktur komando militer AS di Jepang, serta penempatan sistem rudal canggih Amerika di kawasan.
Korea Utara memperingatkan akan merespons "ancaman pada tingkat baru dengan daya tangkal pada tingkat baru."
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Korea Utara menolak tuduhan terbaru yang dipimpin Amerika Serikat bahwa Pyongyang merupakan ancaman di dunia siber.
Dalam pernyataannya, juru bicara kementerian menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan bermotif politik.
Pyongyang justru menuduh Washington mempersenjatai ruang siber melalui pembentukan komando siber, latihan bersama, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Menurut Korea Utara, Amerika Serikat, bukan Pyongyang, yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan di ranah digital.
Korea Utara menegaskan akan terus menjaga keamanan nasional dan kepentingan pembangunannya dari apa yang disebut sebagai tekanan negara-negara Barat.
Baca juga: Korea Utara Kecam Latihan Militer Gabungan Resolute Dragon AS-Jepang