Ilustrasi angkatan laut IRGC di selat Hormuz. (Tasnim)
Garda Revolusi Iran Tunggu Kehadiran Pasukan AS di Selat Hormuz
Willy Haryono • 7 March 2026 20:03
Teheran: Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan pada Sabtu, 7 Maret 2026, bahwa mereka menunggu kehadiran pasukan Amerika Serikat yang berencana mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang kini terganggu akibat konflik regional yang terus memanas.
Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, mengatakan pihaknya mencermati rencana Angkatan Laut AS yang bersiap melakukan pengawalan kapal di jalur tersebut.
“Kami menunggu kehadiran mereka,” kata Naini, setelah Menteri Energi AS sebelumnya menyatakan bahwa Angkatan Laut Amerika sedang mempersiapkan pengawalan kapal melalui selat itu “segera setelah situasinya memungkinkan.”
Ia juga memperingatkan Washington agar mempertimbangkan pengalaman masa lalu sebelum mengambil keputusan.
“Kami merekomendasikan agar sebelum mengambil keputusan apa pun, Amerika mengingat kebakaran supertanker Amerika Bridgeton pada 1987 dan kapal tanker minyak yang baru-baru ini menjadi sasaran,” ujar Naini seperti dikutip kantor berita Fars.
Kapal Tanker Diserang
Dalam perkembangan terkait, Garda Revolusi Iran juga mengklaim telah menargetkan sebuah kapal tanker minyak di Teluk sebagai bagian dari konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Tasnim, IRGC menyebut kapal tanker bernama Prima terkena serangan drone peledak pada Sabtu pagi.
Serangan tersebut disebut dilakukan setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan berulang dari angkatan laut IRGC mengenai larangan lalu lintas dan situasi keamanan di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia, yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global.
Ketegangan di jalur tersebut meningkat sejak konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat–Israel memicu serangkaian serangan dan ancaman terhadap infrastruktur energi serta jalur perdagangan di kawasan Teluk.
Baca juga: Iran Bantah Penutupan Selat Hormuz, Sebut AS Membahayakan Keamanan Maritim