Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak. Foto: Anadolu
Iran Bantah Penutupan Selat Hormuz, Sebut AS Membahayakan Keamanan Maritim
Fajar Nugraha • 6 March 2026 10:15
Teheran: Misi tetap Iran untuk PBB membantah bahwa pemerintahnya menutup Selat Hormuz. Mereka menyebutnya sebagai klaim yang tidak berdasar dan tidak masuk akal.
"Klaim bahwa Iran menutup Selat Hormuz tidak berdasar dan tidak masuk akal," tulis misi tersebut di platform, X, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 6 Maret 2026.
“Kami menegaskan kembali bahwa Iran tetap berkomitmen pada hukum internasional dan kebebasan navigasi,” imbuh pernyataan itu.
Dikatakan bahwa fregat Dena, yang mengunjungi India sebagai tamu angkatan laut dengan 130 pelaut di dalamnya, dihantam dan ditenggelamkan "di perairan internasional oleh kapal selam Amerika Serikat tanpa peringatan," hampir 2.000 mil dari pantai Iran, menewaskan lebih dari 100 pelaut.
"Serangan sembrono ini melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan kebebasan navigasi," kata Misi Tetap Iran di PBB.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada hari Kamis bahwa serangan itu terjadi pada hari Rabu di lepas pantai Sri Lanka.
Kapal perang itu sedang dalam perjalanan pulang setelah berpartisipasi dalam latihan angkatan laut di lepas pantai India bulan lalu. Sebanyak 32 pelaut terluka, dengan banyak yang hilang.
Serangan terhadap kapal perang di Samudra Hindia ini terjadi di tengah kampanye militer oleh Israel dan AS terhadap Iran yang dimulai pada hari Sabtu, menewaskan sedikitnya 926 korban, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan para pejabat militer tinggi.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer AS berada.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com