Iran Tegaskan Akan Terus Bela Diri hingga Serangan AS-Israel Berhenti

Asap dari serangan Iran di Manama, Bahrain. (Anadolu Agency)

Iran Tegaskan Akan Terus Bela Diri hingga Serangan AS-Israel Berhenti

Willy Haryono • 7 March 2026 13:22

New York: Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menegaskan bahwa Teheran akan terus membela diri hingga serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel dihentikan.

“Kami terus menjalankan hak melekat untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga agresi dan serangan barbar ini berhenti. Respons kami sah, perlu, dan proporsional,” kata Iravani kepada wartawan di markas besar PBB.

Ia menyatakan bahwa serangan balasan Iran hanya ditujukan kepada sasaran militer dari pihak yang dianggap sebagai penyerang.

“Iran hanya menargetkan sasaran militer dari pihak penyerang. Kami tidak menargetkan warga sipil. Kami tidak menargetkan kepentingan negara-negara tetangga,” ujarnya, dikutip dari Antara, Sabtu, 7 Februari 2026.

Menurut Iravani, pemerintah Iran saat ini masih menyelidiki laporan mengenai serangan terhadap lokasi nonmiliter. Ia mengatakan sebagian insiden tersebut kemungkinan terjadi akibat intersepsi atau gangguan sistem pertahanan udara Amerika Serikat yang menyebabkan serangan menyimpang dari target militer yang dimaksud.

Meski demikian, Iravani menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang ataupun eskalasi konflik.

“Iran tidak mencari perang. Iran tidak menginginkan eskalasi. Namun Iran tidak akan pernah menyerahkan kedaulatannya,” kata dia.

Ia juga menegaskan bahwa proses pemilihan kepemimpinan di Iran sepenuhnya merupakan urusan internal negara tersebut tanpa campur tangan asing.

“Iran adalah negara yang berdaulat dan merdeka. Konstitusi kami jelas. Pemilihan kepemimpinan Iran akan dilakukan sepenuhnya sesuai prosedur konstitusional kami dan semata-mata berdasarkan kehendak rakyat Iran,” ujarnya.

Iravani turut menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB agar mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel serta mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak.

“Kami menyerukan kepada seluruh negara anggota untuk mengecam agresi ini dan mengambil tindakan segera untuk menghentikan perang kriminal terhadap rakyat Iran,” katanya.

Menurut Iravani, kegagalan Dewan Keamanan untuk bertindak dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi stabilitas global.

“Dewan Keamanan harus bertindak sekarang, dengan tegas dan tanpa penundaan. Kegagalan untuk bertindak akan menimbulkan konsekuensi yang sangat serius. Hari ini Iran, besok bisa negara anggota lainnya,” ujarnya.

Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil, termasuk gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara di Timur Tengah.

Baca juga:  Iran Tegaskan Negara Eropa Bisa Jadi Target Jika Bergabung dengan AS-Israel

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)