Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Balai Kota, Rabu (4/2/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
Pramono: Rusun dan Rumah Baru di Jakarta Tak Boleh Lagi Pakai Atap Seng!
Achmad Zulfikar Fazli • 4 February 2026 12:51
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menginstruksikan agar rumah susun (rusun) atau rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tak boleh lagi menggunakan atap seng. Perintah Pramono ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Presiden Prabowo Subianto terkait proyek gentengisasi sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.
“Saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta udah nggak boleh lagi pakai seng,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 4 Februari 2026.
Pramono mengatakan Pemprov DKI menjalankan arahan Presiden Prabowo terkait gentengisasi agar wajah Jakarta juga menjadi lebih baik.
“Jadi hal yang berkaitan dengan gentengisasi, tentunya DKI Jakarta akan menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden. Karena memang bagi Jakarta juga lebih baik,” ujar Pramono.
Pramono belum menjelaskan secara rinci terkait rumah-rumah di permukiman warga yang sudah lebih dulu menggunakan atap seng apakah akan diganti dengan genting atau tidak.
Baca Juga:
Menkeu: Anggaran Program Gentengisasi tak Sampai Rp1 Triliun |

Ilustrasi rumah dengan atap genting. Freepik
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genting berbahan tanah liat atau "gentengisasi" sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.
Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026, Presiden mengatakan penggunaan atap seng masih mendominasi rumah-rumah di Indonesia.
Menurut dia, hal ini tidak hanya membuat lingkungan terlihat kurang indah, tetapi berdampak pada kenyamanan penghuni rumah karena cenderung panas dan mudah berkarat.
"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah gentengisasi seluruh Indonesia," ujar Prabowo.
Gagasan proyek gentengisasi nasional ini, kata Prabowo, akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi.
Koperasi akan dilengkapi dengan pabrik genting skala lokal, yang peralatannya relatif terjangkau. Selain itu, bahan baku yang digunakan mudah diperoleh, karena berasal dari tanah yang dapat dicampur dengan bahan lain agar lebih ringan dan kuat.
Presiden berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia akan berubah lebih indah, serta terbebas dari atap-atap seng berkarat yang sebagai simbol kemunduran.