Ilustrasi. Foto: Unsplash.
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Meredanya Ketegangan AS-Iran
Husen Miftahudin • 7 February 2026 09:10
Chicago: Harga minyak mentah dunia pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) mengalami kenaikan tipis di tengah risiko konfrontasi militer langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mulai mereda.
Mengutip Yahoo Finance, Sabtu, 7 Februari 2026, harga minyak mentah Brent diperdagangkan pada USD68,09 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada USD63,95 per barel, keduanya sedikit naik dari penutupan perdagangan Kamis.
Harga minyak telah naik selama tujuh minggu berturut-turut, sebagian besar didorong oleh kebijakan luar negeri AS di berbagai belahan dunia.
Isu nuklir Iran sejauh ini menjadi pendorong terbesar bagi harga acuan karena presiden AS mengancam akan menyerang Iran kecuali negara itu setuju untuk meninggalkan rencana nuklirnya.
Kedua pihak mengadakan pembicaraan hari ini di Oman, tetapi, seperti yang dicatat Reuters dalam laporan sebelumnya hari ini, mereka belum menyepakati agenda pembicaraan.
| Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Lagi Jelang Pembicaraan AS-Iran |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Ketegangan di Timur Tengah dorong harga minyak
Ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran akan semakin mendorong harga minyak karena kendali Iran atas Selat Hormuz dan potensi penutupan jalur pelayaran tersebut jika terjadi konflik.
Iran belum pernah menutup Selat Hormuz sebelumnya, dan para skeptis mencatat hal itu tidak mungkin terjadi karena langkah tersebut akan merugikan ekspornya sendiri, dan tidak akan berlangsung lama mengingat kehadiran militer AS di daerah tersebut.
Sementara itu, analis ING menunjukkan negara tetangga Iran, Irak, dan perselisihan dengan AS sebagai faktor pendorong lain bagi harga minyak.
Tampaknya para politisi Irak lebih menyukai Nouri al-Maliki sebagai perdana menteri berikutnya, tetapi AS menganggap al-Maliki terlalu dekat dengan Iran. Presiden Trump telah mengancam Baghdad dengan konsekuensi jika al-Maliki menjadi PM.