Trump: 1.000 Rudal Siap Diluncurkan Jika Iran Berusaha Membunuh Saya

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump: 1.000 Rudal Siap Diluncurkan Jika Iran Berusaha Membunuh Saya

Willy Haryono • 11 July 2026 11:08

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington telah menyiapkan respons militer besar-besaran terhadap Iran apabila Teheran melakukan atau mencoba melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Sabtu, 11 Juli 2026, Trump menyatakan dirinya telah memberikan otorisasi kepada militer AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran jika ancaman tersebut terwujud.

"Seribu rudal telah terkunci dan siap diluncurkan ke Iran apabila negara itu menjalankan ancamannya untuk membunuh atau mencoba membunuh Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, dalam hal ini saya," tulis Trump, seperti dikutip dari India Today.

Trump menambahkan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul setelah serangan awal apabila skenario tersebut terjadi.

Ia juga mengklaim militer AS telah menerima instruksi yang diperlukan dan siap melaksanakan operasi tersebut dalam periode satu tahun ke depan dengan kemungkinan perpanjangan.

"Perintah telah diberikan dan militer Amerika Serikat siap, bersedia, dan mampu menghancurkan seluruh wilayah Iran apabila diperlukan," ujarnya.

Pernyataan tersebut menggemakan komentar Trump sebelumnya dalam wawancara dengan New York Post, ketika ia mengatakan telah meninggalkan instruksi untuk melakukan respons militer yang belum pernah terjadi sebelumnya apabila dirinya menjadi korban pembunuhan.

"Saya sudah lama berada di daftar target mereka. Itulah kenyataan yang kami hadapi," kata Trump kepada surat kabar tersebut.

Meski demikian, Trump menegaskan tidak ada informasi intelijen terbaru yang menunjukkan adanya rencana pembunuhan terhadap dirinya dalam waktu dekat.

Ia juga membantah laporan yang menyebut Israel menemukan informasi baru mengenai dugaan rencana Iran untuk menargetkannya.

"Israel tidak menemukan apa pun. Saya sudah lama menjadi target nomor satu Iran," ujarnya.

Ketegangan AS-Iran

Iran selama ini berulang kali menyatakan akan membalas kematian Komandan Pasukan Quds Iran Qasem Soleimani yang tewas dalam serangan drone Amerika Serikat di dekat Baghdad pada 2020 atas perintah Trump saat menjabat sebagai presiden.

Pemerintah Amerika Serikat sejak saat itu beberapa kali mengungkap dugaan rencana pembunuhan yang dikaitkan dengan Iran terhadap Trump, meskipun Teheran secara konsisten membantah keterlibatan dalam berbagai tuduhan tersebut.

Dalam unggahan lainnya di Truth Social, Trump juga mengatakan Iran telah meminta agar pembicaraan dengan Amerika Serikat dilanjutkan.

Namun, ia mengklaim Washington telah menyampaikan kepada Teheran bahwa kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir.

"Iran meminta kami melanjutkan pembicaraan. Kami setuju untuk melakukannya, tetapi Amerika Serikat telah menyampaikan dengan sangat jelas bahwa gencatan senjata telah berakhir," tulis Trump.

Baca juga: Israel Tuduh Iran Rencanakan Pembunuhan Trump dan Laporkan ke AS

(Willy Haryono)