Trump Sebut AI sebagai Super Intelligence, Tolak Regulasi Kecerdasan Buatan

Presiden AS Donald Trump di Sidang Majelis Umum PBB seri ke-81 di New York, Selasa, 22 September 2026. (Anadolu)

Trump Sebut AI sebagai Super Intelligence, Tolak Regulasi Kecerdasan Buatan

Willy Haryono • 23 September 2026 11:44

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana menyebut kecerdasan buatan (AI) sebagai “super intelligence” dalam komunikasi resmi pemerintah.

Langkah tersebut disampaikan di tengah pembahasan para pemimpin dunia mengenai risiko perkembangan teknologi AI yang semakin pesat.

Dalam pidatonya di hadapan Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, Trump menegaskan penolakannya terhadap regulasi AI. Ia menilai istilah “buatan” tidak sepenuhnya menggambarkan kemampuan teknologi tersebut dan berharap negara-negara lain turut menggunakan istilah baru itu.

“Super Intelligence terdengar jauh lebih baik dan jauh lebih akurat,” kata Trump, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 23 September 2026.

Perubahan istilah tersebut menjadi langkah terbaru dalam serangkaian penggantian nama yang dilakukan pemerintahan Trump.

Tahun lalu, pemerintah AS melalui perintah eksekutif mengubah nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika." Pada Agustus, Trump juga mengganti nama Danau Ontario menjadi “Danau Amerika” di tengah sengketa perdagangan dengan Kanada.

Trump juga membandingkan peringatan dari para pemerhati keselamatan AI dengan peringatan mengenai perubahan iklim. Penyebab perubahan iklim yang dipengaruhi aktivitas manusia telah diakui oleh konsensus luas komunitas ilmiah.

“Amerika Serikat menolak sepenuhnya segala upaya untuk membangun skema globalis guna mengendalikan kecerdasan buatan,” tegas Trump.

“Setiap teknologi baru yang besar membawa tantangan, dan superintelligence tidak terkecuali,” imbuhnya.

Menjelang Sidang Majelis Umum PBB, para pemimpin lebih dari 20 negara, yang sebagian besar berasal dari Eropa, menyerukan penerapan langkah-langkah keselamatan yang mengikat untuk mengendalikan AI canggih. Mereka memperingatkan perkembangan teknologi tersebut dapat melampaui kemampuan manusia untuk mengendalikannya. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Trump Akan Bentuk 'Pasukan AI' untuk Tangani Perkembangan Kecerdasan Buatan

(Willy Haryono)