Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Akan Bentuk 'Pasukan AI' untuk Tangani Perkembangan Kecerdasan Buatan
Willy Haryono • 20 September 2026 08:29
Washington: Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana pembentukan Pasukan Kecerdasan Buatan (AI Force) dan berencana menunjuk seorang “AI Czar” untuk menangani AI yang terus berkembang pesat.
Trump menyampaikan rencana tersebut melalui akun Truth Social pada Sabtu, 19 September 2026.
Namun, dia belum memberikan rincian mengenai struktur, kewenangan, anggaran, maupun posisi “AI Force” dalam pemerintahan AS. Gedung Putih juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana tersebut.
Trump mengatakan pemerintahannya tidak akan menghambat perkembangan industri AI. Menurut dia, teknologi tersebut harus didukung sekaligus diawasi untuk mencegah penyalahgunaan.
“Kami sama sekali tidak akan menghambat atau menghambat pertumbuhan industri luar biasa ini. Sebaliknya, kami akan menghargainya, membantunya, dan mengawasinya seiring perkembangannya,” tulis Trump, dilansir dari China Daily, Minggu, 20 September 2026.
Ia mengatakan pemerintah tetap akan menindak penggunaan AI yang dianggap bermasalah melalui sistem hukum pidana dan perdata yang sudah ada.
Mirip Space Force
Trump menggambarkan AI sebagai teknologi yang dapat menjadi revolusi industri berikutnya, sebagaimana perkembangan internet sebelumnya. Ia juga menyebut AI berpotensi berkontribusi hingga 25 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) AS.Trump belum menjelaskan secara rinci bentuk organisasi “AI Force”. Sejumlah laporan media AS menyebut Trump membandingkan gagasan tersebut dengan Space Force, cabang militer AS yang dibentuk pada masa jabatan pertamanya.
Namun, belum jelas apakah “AI Force” nantinya akan menjadi lembaga militer, sipil, atau berada dalam struktur pemerintahan yang sudah ada.
Trump juga mengatakan akan mengumumkan AI Czar dalam waktu dekat. Posisi tersebut akan menjadi peran baru setelah David Sacks, yang sebelumnya menjabat sebagai AI dan crypto czar, meninggalkan posisi formal tersebut pada awal 2026 dan kemudian tetap berperan sebagai penasihat eksternal.
Perdebatan Risiko AI
Pengumuman Trump muncul ketika AS tengah menghadapi perdebatan mengenai pesatnya perkembangan AI dan potensi risikonya.Sejumlah pemimpin industri dan peneliti AI belakangan menyerukan peningkatan perhatian terhadap aspek keselamatan teknologi tersebut. Di sisi lain, Trump menolak gagasan untuk memperlambat perkembangan industri AI dan menekankan pentingnya mempertahankan pertumbuhan sektor tersebut.
Trump juga menyatakan kekhawatirannya bahwa upaya membatasi perkembangan AI dapat menghambat posisi AS dalam persaingan teknologi global, terutama dengan Tiongkok.
Pengumuman mengenai “AI Force” dan AI Czar disampaikan menjelang pertemuan Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung di Washington.
Baca juga: Elon Musk: AI Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi AS Jadi 4%