Elon Musk memproyeksi pertumbuhan ekonomi AS jadi 4% berkat AI. Foto: Anadolu.
Elon Musk: AI Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi AS Jadi 4%
Husen Miftahudin • 19 September 2026 08:07
New York: CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk memperkirakan kecerdasan buatan (AI) dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) secara signifikan pada tahun depan. Musk menilai perkembangan AI berpotensi menggandakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS dari sekitar 2 persen menjadi 4 persen.
"Perkiraan saya adalah AI akan menggandakan pertumbuhan PDB AS tahun depan dari sekitar 2 persen menjadi sekitar 4 persen. Mungkin bahkan lebih," tulis Musk di platform X, mengutip Investing.com, Sabtu, 19 September 2026.
Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan investor mengenai dampak investasi besar-besaran pada infrastruktur AI terhadap produktivitas ekonomi serta seberapa cepat manfaat tersebut dapat dirasakan.
Skala investasi AI di AS terus menjadi perhatian. Torsten Slok dari Apollo Global Management memperkirakan belanja modal terkait AI di AS dapat mencapai sekitar 3 persen dari PDB setiap tahun pada 2027-2029. Angka tersebut meningkat dibandingkan sekitar 0,6 persen tiga tahun sebelumnya, menurut Reuters Breakingviews yang dikutip Investing.com.
Analis Moody's yang dikutip Reuters juga memperkirakan perusahaan teknologi AS dapat membelanjakan hampir USD1 triliun untuk chip dan pusat data pada 2027. Nilai tersebut dibandingkan sekitar USD165 miliar yang diperkirakan berasal dari perusahaan teknologi Tiongkok.
Belanja tersebut secara langsung dapat meningkatkan aktivitas ekonomi. Namun, dampak yang lebih luas terhadap pertumbuhan akan bergantung pada kemampuan investasi AI dalam meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Pengalaman dari perkembangan teknologi sebelumnya menunjukkan investasi besar tidak selalu langsung menghasilkan peningkatan produktivitas di seluruh perekonomian. Pembangunan infrastruktur internet pada 1990-an, misalnya, membutuhkan waktu sebelum memberikan dampak luas terhadap produktivitas.
Perkembangan AI berpotensi berlangsung lebih cepat. Sejumlah perusahaan telah menggunakan AI generatif dan agen AI dalam berbagai kegiatan, termasuk pengembangan perangkat lunak, penelitian, serta layanan pelanggan.
Jika teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas pekerja secara signifikan, dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dapat muncul lebih cepat dibandingkan siklus teknologi sebelumnya.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Ekonomi AS bisa tumbuh hingga 4%
Perkiraan Musk masih berbeda dari sejumlah proyeksi ekonomi arus utama. Morningstar memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS justru melambat hingga 2027, bukan meningkat menuju empat persen seperti proyeksi Musk.
Prospek tersebut juga dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Federal Reserve menaikkan target suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin pada 16 September 2026 menjadi 3,75 persen hingga 4,00 persen.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya pembiayaan bagi perusahaan. Kondisi tersebut berpotensi menjadi pertimbangan bagi perusahaan yang lebih kecil dalam mengadopsi teknologi AI.
Di sisi lain, konsumsi masyarakat AS masih menunjukkan pertumbuhan. Penjualan ritel meningkat 1,2 persen pada Agustus dibandingkan Juli 2026, melampaui perkiraan kenaikan 0,8 persen.
Penjualan ritel inti juga meningkat 1,4 persen. Data tersebut menunjukkan aktivitas konsumsi masih relatif kuat meski tekanan inflasi dan biaya energi tetap menjadi perhatian.
Proyeksi Musk mengenai dampak AI terhadap ekonomi AS juga memiliki kaitan dengan kepentingan bisnisnya. Tesla dan xAI memiliki kepentingan dalam perkembangan dan ekspansi teknologi AI.
Dampak investasi AI terhadap pertumbuhan ekonomi akan semakin dapat dinilai seiring bertambahnya data mengenai belanja infrastruktur dan produktivitas perusahaan.
Untuk saat ini, proyeksi pertumbuhan ekonomi 4 persen yang disampaikan Musk masih merupakan perkiraan pribadi dan berbeda dari sejumlah proyeksi ekonomi yang lebih moderat.