Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Antara.
Puan Minta Pemerintah Mitigasi Curah Hujan Tinggi usai Banjir Bandang Solok
Anggi Tondi Martaon • 22 September 2026 14:15
Jakarta: Pemerintah atau pemangku kebijakan terkait diminta memitigasi dan mengantisipasi datangnya curah hujan tinggi. Dorongan tersebut disampaikan menyusul adanya bencana banjir bandang yang terjadi di Solok, Sumatra Barat.
Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, mitigasi itu perlu dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia, bukan hanya di Solok saja. Puan juga meminta pemerintah mengecek efektivitas bendungan-bendungan yang ada.
"Ini sudah beberapa kali bahkan sering dibicarakan oleh DPR kepada BNPB, bahkan tim dari kami, tim bencana juga sudah menyampaikan hal ini untuk melakukan mitigasi-mitigasi," kata Puan dikutip dari Antara, Selasa, 22 September 2026.
Untuk itu, Puan berharap tidak ada korban yang timbul dalam bencana di Solok. Menurut dia, petugas setempat pun masih terus melakukan pencarian dan evakuasi warga yang terdampak.
"Namun ke depannya harus lebih mengantisipasi dari mitigasi yang lebih efektif," ungkap Puan.

Warga mengecek kondisi kendaraan yang terendam material banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa (22/9/2026). Banjir bandang yang menerjang kawasan perkantoran di pusat kabupaten pada Senin (21/9) malam itu juga memutus akses jalan nasional dan menyebabkan sejumlah korban hilang. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/agr.
Sebelumnya, sejumlah kantor pemerintahan dan rumah warga di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok, Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, terdampak banjir bandang pada Senin malam, 21 September 2026. Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan sejumlah kantor yang terdampak antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Bapelitbang hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.
"Dinas PUPR, kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang termasuk DPRD terdampak parah," kata Jon.
Ia menjelaskan banjir terjadi setelah derasnya aliran air masuk ke kawasan perkantoran. Sehingga menyebabkan sejumlah ruangan dan fasilitas pemerintahan terdampak.
Sejumlah peralatan kantor juga dilaporkan terbawa arus air hingga keluar dari ruangan akibat derasnya aliran banjir yang melanda kawasan tersebut.