Angin Kencang Rusak 25 Rumah di Gianyar

Warga berusaha mengevakuasi kendaraannya yang tertimpa atap akibat angin kencang dan hujan lebat di salah satu penyewaan garasi di Desa Batubulan Kangin, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (21/1/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Angin Kencang Rusak 25 Rumah di Gianyar

Whisnu Mardiansyah • 21 January 2026 13:41

Gianyar: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Bali, mendata sementara sebanyak 25 rumah warga mengalami kerusakan akibat hujan lebat yang disertai angin kencang. Kerusakan terpusat di tiga lokasi, yaitu Desa Sukawati, Guwang, dan Batubulan Kangin.

Kepala Pelaksana BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, menyebutkan Desa Batubulan Kangin menjadi lokasi terdampak terparah. "Yang menimbulkan banyak kerugian tersebar di tiga titik yakni Sukawati, Guwang, dan Batubulan Kangin," kata Suamba saat meninjau lokasi di Desa Batubulan Kangin, seperti dilansir Antara, Rabu, 21 Januari 2026.

Di desa tersebut, tercatat 21 rumah rusak pada bagian atap, empat tempat suci (merajan), dua pura, serta sebuah garasi penyewaan mobil. Akibat runtuhnya atap, sebanyak 28 mobil dan empat sepeda motor mengalami kerusakan.

Di dua lokasi lain, bencana merusak empat rumah di Desa Sukawati dan Pasar Seni Guwang di Desa Guwang. Angin kencang juga berdampak di wilayah Gianyar dan Tegalalang, namun dengan intensitas kerusakan yang lebih kecil.
 


Suamba menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Gianyar siap memberikan bantuan rehabilitasi sesuai aturan yang berlaku. “Dalam aturan untuk usaha ekonomi diperkenankan untuk dibantu. Nilai bantuan maksimal Rp25 juta sesuai Peraturan Bupati Nomor 32 tahun 2024,” ucapnya.

BPBD Gianyar saat ini masih berkoordinasi dengan aparat desa, kepolisian, dan Bhabinkamtibmas untuk pendataan lengkap. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.


Ilustrasi Medcom.id

Perwakilan aparatur Desa Batubulan Kangin, Made Joni Arta, memberikan perkiraan kerugian di wilayahnya. Sebagian besar dari 21 rumah yang terdampak mengalami kerusakan atap dan menimpa tempat suci, dengan taksiran kerugian antara Rp150 juta hingga Rp700 juta. “Selain itu, untuk mobil warga yang rusak total diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp300 juta,” imbuhnya.

Di sisi lain, BPBD Gianyar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan senantiasa memantau informasi terkini dari sumber resmi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)