Sebanyak 1.096 siswa dari 17 SMPK Penabur Jakarta mengikuti “Spirit of Adventure” untuk memperoleh pengalaman belajar langsung dari kehidupan masyarakat di Desa Tosari, Jawa Timur. Istimewa
Spirit of Adventure Asah Empati dan Kemandirian Siswa Lewat Kehidupan di Desa
Whisnu Mardiansyah • 17 September 2026 16:53
Malang: Kegiatan belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Sebanyak 1.096 siswa dari 17 SMPK Penabur Jakarta mengikuti “Spirit of Adventure” untuk memperoleh pengalaman belajar langsung dari kehidupan masyarakat di Desa Tosari, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 9-21 September 2026. Para siswa diajak tinggal bersama warga di Sanja Desa Tosari, sebuah desa di kaki Gunung Bromo yang memiliki panorama alam serta kekayaan budaya masyarakat Tengger.
Kepala Jenjang SMPK Penabur Jakarta Ferry Marwanti mengatakan, kegiatan itu diikuti siswa kelas 8 dari berbagai sekolah dalam jaringan SMPK Penabur.
“Ini merupakan kegiatan yang diikuti siswa kelas 8, dimana mereka bersama teman-teman baru dari berbagai SMP Penabur naik kereta dari Stasiun Gambir ke Stasiun Malang menempuh waktu perjalanan 12 jam,” ujar Ferry dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 17 September 2026.
Menurut Ferry, “Spirit of Adventure” dirancang untuk mengajak siswa mengenali besarnya kasih Tuhan melalui pengalaman hidup yang berbeda dari keseharian mereka di perkotaan.
“Bersyukur dengan cara belajar tinggal bersama penduduk di desa, jauh berbeda dengan kehidupan siswa yang tinggal di kota besar. Pada kegiatan di desa, setiap siswa akan tinggal bersama dengan ayah dan ibu baru, disini rasa simpati dan empati mereka dilatih, kemudian jiwa kemandirian turut diasah. Lalu, siswa diajak menghargai alam ciptaan Tuhan lewat renungan pagi di alam terbuka,” jelas Ferry.
Selama berada di Tosari, siswa tinggal di rumah penduduk dan mengikuti berbagai kegiatan berbasis pengalaman. Aktivitas tersebut antara lain memanen kentang, mengolah hasil panen menjadi makanan, mengukur tanaman penyerap karbon dioksida, serta mengenal kesenian khas Jawa Timur.
Para siswa juga menyaksikan pertunjukan Monel, Reog Ponorogo, dan Bala Gandrung. Selain itu, mereka berkesempatan menikmati matahari terbit di kawasan Bromo.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa ialah pengukuran tanaman penyerap karbon dioksida. Dalam kegiatan tersebut, siswa menggunakan meteran untuk mengukur keliling batang pohon berdasarkan rumus yang telah diberikan.
“Aku baru saja mengikuti kegiatan mengukur tanaman penyerap, jadi aku menggunakan meteran untuk mengetahui kelilingnya dengan rumus yang diberikan, dan hasilnya kita jadi tahu sebatang pohon bisa menyerap karbondioksida berapa banyak,” ujar Amelia Roberta, siswa SMPK Penabur Bekasi.
Amelia menyampaikan pengalamannya bersama seorang rekan yang berhasil menjawab pertanyaan paling cepat dan memperoleh hadiah. Pengalaman lain dirasakan Rachel Jefanya Naibaho, siswa SMPK 5 Penabur. Ia mengaku merasakan suasana berbeda selama tinggal bersama warga desa.
“Disini dinginnya alami kalau di rumah harus pakai AC,” ungkap Rachel.
Rachel juga menyebut kegiatan memanen kentang sebagai salah satu pengalaman yang paling berkesan. Bersama teman-teman dari sekolah berbeda, ia terlebih dahulu membuat grup WhatsApp untuk berkenalan dan menentukan makanan yang akan diolah.
“Menurutku ini kegiatan yang berguna, jika kita sudah besar nanti, kita jadi bisa mencari dan mengolah makanan untuk diri ketika sendiri,” lanjut Rachel bercerita.
Sementara itu, siswa SMPK Penabur Depok, Zefanya Humala Salomo Tambunan dan Richelle Nathania Tandy, mengikuti kegiatan tersebut untuk mendapatkan pengalaman baru.
“Aku ikut kegiatan ini karena ingin menemukan pengalaman baru dan berekspektasi bahwa kegiatan ini menyenangkan,” tutur Zefanya Humala Salomo Tambunan dan Richelle Nathania Tandy.
Keduanya menilai pengalaman yang diperoleh sesuai dengan harapan. Selain menikmati pemandangan alam, mereka dapat berkenalan dengan teman baru, mempelajari kehidupan masyarakat desa, serta menjajal perjalanan menggunakan jip.
“Setelah dijalankan ekspektasi dan realitanya ternyata sesuai, aku bisa melihat pemandangan yang indah, punya teman baru, belajar kehidupan baru dengan warga desa, naik jeep, seru pokoknya,” ungkap Zefanya dan Richelle.
Program “Spirit of Adventure” merupakan bagian dari upaya SMPK Penabur Jakarta membentuk profil siswa yang BEST. Salah satu unsurnya ialah Be Tough, yakni pengembangan karakter tangguh, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab melalui pengalaman belajar di luar kelas.
Berbagai tantangan selama kegiatan menjadi ruang bagi siswa untuk melatih kemampuan menghadapi situasi baru dan menyelesaikan persoalan secara mandiri.
Unsur lainnya ialah Excel Worldwide, yang diarahkan untuk mengembangkan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, adaptasi, serta pemecahan masalah melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan masyarakat setempat.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari lingkungan sekitar, tetapi juga belajar membangun empati, menghargai perbedaan, bekerja sama, serta memahami kehidupan masyarakat di luar lingkungan perkotaan.