Paduan Suara Jadi Ruang Pertukaran Budaya Lewat PICF 2026

Penampilan kelompok paduan suara asal Jayapura dalam The 7th Penabur International Choir Festival di Jakarta. Istimewa

Paduan Suara Jadi Ruang Pertukaran Budaya Lewat PICF 2026

Whisnu Mardiansyah • 11 September 2026 23:04

Jakarta: Kerja keras dan latihan selama berbulan-bulan akhirnya terbayar ketika 152 tim paduan suara menampilkan kemampuan terbaik dalam The 7th Penabur International Choir Festival (PICF) bertajuk “Sing Together, Rise Together”.

Festival tersebut berlangsung pada 7–12 September 2026 di Aula Penabur Intercultural Secondary & Junior College Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peserta berasal dari 17 provinsi di Indonesia, yakni Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat Daya.

Selain peserta dari dalam negeri, PICF 2026 juga diikuti kelompok paduan suara dari Malaysia, Singapura, dan Filipina.

“Kita tampil untuk kategori the Music of Religion kita menikmati datang ke Jakarta, terutama PICF 2026.” ujar Louis dan Tilaya, mewakili Voice of Singapore City Chorus asal Singapura.

Keikutsertaan Smadis Choir Jayapura asal Papua dalam PICF 2026 juga diwarnai perjalanan panjang. Tim tersebut menghadapi kendala akibat bencana alam yang tidak diperkirakan sebelumnya.

“Perjalanan kami menuju PICF 2026 cukup panjang, seharusnya kami tiba tanggal 6 September, tetapi karena bencana alam yang tidak terprediksi, jadi kami tertahan di Makassar selama 3 hari dan baru tiba tanggal 9 September. Sebuah perjalanan yang sangat melelahkan. Namun, semangat kami untuk menampilkan yang terbaik tidak pernah padam, meskipun gugup karena peserta paduan suara yang lain tampilnya juga keren sekali.” cerita Elda dan Olan mewakili tim yang tampil dalam kategori Folklore.

 



Ketua Pelaksana PICF 2026, Minar Pakpahan, mengatakan festival tersebut menjadi salah satu ruang bagi kelompok paduan suara untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman tampil dalam ajang berskala internasional.

“Saat ini, paduan suara di Indonesia sangat berkembang pesat itu karena kita banyak mengadakan festival paduan suara, dan saya percaya salah satunya adalah berkat kehadiran PICF. Ini merupakan gelaran ketujuh dan itu berarti sudah berjalan selama 14 tahun dan menurut saya ini festival paduan suara yang murah meriah tetapi berkualitas internasional.” ujar Minar.

Pada penyelenggaraan tahun ini, PICF menggandeng Avip Priatna sebagai Art Director. Avip turut membantu proses seleksi peserta setelah setiap tim mengirimkan contoh suara untuk dinilai.

“Beliau ini ibaratnya “legend” di dunia paduan suara Indonesia. Jadi, beliau lah yang membantu proses seleksi, dimana setiap tim mengirimkan contoh suara mereka, lalu dinilai oleh Avip dan terpilih 152 tim yang bisa tampil di atas panggung PICF 2026,” ujar Minar.

Minar mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan dua penyelenggaraan sebelumnya. Para peserta juga mengikuti sejumlah kategori perlombaan yang disediakan panitia. PICF 2026 membagi perlombaan ke dalam dua kelompok besar, yakni School Categories dan General Categories.

School Categories meliputi kategori Kindergarten, Primary School, Junior High School, dan Senior High School. Sementara itu, General Categories mencakup Children’s Choir untuk peserta berusia 9–17 tahun, Mixed Youth Choir Level A & B untuk usia 17–23 tahun, Mixed Choir Level A & B dan Equal Voices untuk peserta berusia di atas 17 tahun, serta kategori Folklore, Music of Religion, Pop & Jazz Choir, Gospel & Spiritual, dan Ensemble Choir tanpa batasan usia.

Avip Priatna menyampaikan apresiasi kepada BPK Penabur Jakarta yang konsisten menyelenggarakan festival paduan suara. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi perkembangan kualitas kelompok paduan suara sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni vokal.

“Saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada BPK Penabur Jakarta, sebagai insan paduan suara yang sudah berkecimpung selama puluhan tahun lalu hingga hari ini, saya merasakan betapa bermanfaatnya sebuah festival bagi paduan suara. Ajang ini secara langsung mempengaruhi kualitas paduan suara di Indonesia sekaligus membuat masyarakat umum dapat menghargai seni paduan suara.” tutur Avip.

Selain menjadi Art Director, Avip juga bertugas sebagai juri bersama sejumlah praktisi paduan suara dari berbagai negara. PICF 2026 tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi. Festival ini juga diharapkan membentuk karakter peserta agar lebih tangguh, pantang menyerah, mampu bekerja sama, saling menghargai, serta memiliki tujuan yang sama dalam tim.

Nilai lain yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah sikap bertanggung jawab dan kerendahan hati. Setiap anggota paduan suara dituntut berjalan bersama untuk menghasilkan penampilan yang harmonis.

Selain kompetisi, panitia juga menyediakan sejumlah program pengembangan kemampuan, seperti Choral Clinic, Workshop, dan Masterclass. Program tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memperdalam teknik vokal, interpretasi musik, serta kemampuan bernyanyi secara berkelompok.

PICF 2026 juga menghadirkan outreach concert. Melalui program ini, peserta yang bersedia dapat tampil di ruang publik dan memperkenalkan seni paduan suara kepada masyarakat. Program lainnya adalah Sunday Service, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bernyanyi dalam ibadah di gereja. Penyelenggaraan PICF 2026 turut memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

(Whisnu M)