Gen Z dan Pilihan Karier, Ian Membangun Masa Depan Lewat Kimia

Ian Rahman Wijayanta, penerima beasiswa APERTI BUMN di Universitas Pertamina. Foto: dok Universitas Pertamina.

Gen Z dan Pilihan Karier, Ian Membangun Masa Depan Lewat Kimia

Ade Hapsari Lestarini • 16 September 2026 12:26

Jakarta: Pilihan karier Generasi Z semakin beragam dan tidak selalu mengikuti jalur yang ditempuh keluarga. Survei Deloitte terhadap lebih dari 23 ribu Gen Z dan milenial di 44 negara menunjukkan hanya enam persen Gen Z yang menjadikan posisi kepemimpinan senior sebagai tujuan utama karier.

Bagi generasi ini, kesempatan untuk belajar dan berkembang serta menemukan pekerjaan yang sesuai dengan tujuan pribadi menjadi sejumlah pertimbangan dalam menentukan masa depan.

Pilihan untuk menentukan jalannya sendiri juga diambil Ian Rahman Wijayanta, lulusan SMAN 5 Malang yang kini menempuh pendidikan di Program Studi Kimia Universitas Pertamina sebagai penerima Beasiswa APERTI BUMN.

Tumbuh di lingkungan keluarga aparatur sipil negara, Ian memilih bidang pendidikan yang berbeda dari jalur keluarganya. Namun, pilihan tersebut mendapat dukungan penuh dengan satu pesan yang terus ia pegang: kebebasan menentukan masa depan harus diikuti kedisiplinan dan tanggung jawab.

"Bagi keluarga saya, yang terpenting bukan harus mengikuti jalan yang sama, tetapi bagaimana saya bertanggung jawab terhadap pilihan sendiri. Itu yang membuat saya belajar untuk lebih disiplin dan sungguh-sungguh menjalani keputusan yang sudah saya ambil," kata Ian, dilansir laman Universitas Pertamina, Rabu, 16 September 2026.

Kedisiplinan menjadi salah satu nilai yang ia pelajari dari lingkungan keluarga. Bagi Ian, kebebasan menentukan pilihan bukan berarti menjalani keputusan tanpa arah. Sebaliknya, pilihan tersebut membawa tanggung jawab untuk membuktikan keseriusannya selama menempuh pendidikan.
 

Memilih bidang kimia


Ian memilih Kimia sebagai bidang yang ingin didalaminya. Selama kuliah, ia ingin memperluas pengetahuan sekaligus mengenali peluang yang dapat dikembangkan dari bidang tersebut untuk menentukan arah kariernya.

"Ketika sudah menjadi mahasiswa, kita mulai bertanggung jawab terhadap masa depan kita sendiri. Kita yang menentukan ingin berkembang ke arah mana, jadi keputusan itu juga harus diikuti dengan usaha dan komitmen," ujar dia.

Bagi Ian, memilih jalur yang berbeda dari keluarganya membuatnya semakin memahami pentingnya konsistensi dalam menjalani keputusan. Dukungan keluarga memberinya ruang untuk menentukan arah sendiri, tetapi sekaligus mengajarkannya setiap pilihan perlu dibuktikan melalui kedisiplinan dan kesungguhan.
 

Ian Rahman Wijayanta, penerima beasiswa APERTI BUMN di Universitas Pertamina. Foto: dok Universitas Pertamina.


Ian ingin memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kemampuan akademik, memperluas pengalaman, dan memahami lebih jauh bidang yang ingin ditekuninya.

Bagi Ian, masa depan tidak harus dibentuk dengan mengikuti jalan yang sudah ada. Masa depan dapat dimulai dari keberanian menentukan pilihan dan kesediaan untuk bertanggung jawab atas pilihan tersebut.

Ian juga menyampaikan apresiasi kepada APERTI BUMN, Universitas Pertamina, dan keluarganya yang telah memberikan kesempatan serta dukungan. Dukungan tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus disiplin, berkembang, dan menjalani pilihannya dengan sungguh-sungguh.
 

Beasiswa APERTI BUMN


Beasiswa APERTI BUMN diselenggarakan oleh Aliansi Perguruan Tinggi BUMN bagi lulusan SMA, SMK, dan MA yang ingin melanjutkan pendidikan di kampus anggota APERTI BUMN.

Program tersebut menyediakan skema beasiswa penuh hingga lulus maupun beasiswa parsial sesuai dengan ketentuan masing-masing perguruan tinggi.

(Ade Hapsari Lestarini)