Balai Besar Binomika Layani 12.500 Tes Genomik Per Tahun

Penandatanganan MoU layanan genomik oleh BB Binomika dengan beberapa mitra. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Balai Besar Binomika Layani 12.500 Tes Genomik Per Tahun

Siti Yona Hukmana • 3 November 2026 16:20

Jakarta: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menyebut Balai Besar Biomedis dan Genomika (BB Binomika) menjadi salah satu wadah pengujian genomika paling mutakhir di Tanah Air. Ada 12.500 kapasitas pemeriksaan yang dilakukan BB Binomika untuk menjangkau kebutuhan analisis medis tingkat lanjut.

“Kan kapasitas pemeriksaan BB Genomika ini adalah salah satu yang paling canggih di Indonesia, 12.500 per tahun,” kata Dante di wilayah Jakarta Selatan, Selasa, 3 November 2026.

Kapasitas pengujian besar tersebut dirancang untuk mengidentifikasi berbagai gangguan kesehatan kompleks yang sulit terdeteksi peralatan laboratorium konvensional. Layanan ini menjadi tumpuan utama dalam memetakan potensi penyakit degeneratif hingga mendiagnosis kelainan genetik langka secara dini.

“Dengan layanan ini banyak sekali penyakit yang bisa kita identifikasi. Misalnya diabetes usia muda, itu kita bisa identifikasi di BB Genomika. Kemudian apa kasus-kasus yang rare disease, itu bisa juga dideteksi di BB Genomika,” ujar Dante.

Peluncuran layanan genomik oleh BB Binomika dengan beberapa mitra. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina. 

Guna mengoptimalkan kinerja BB Binomika, telah dilakukan kerja sama dengan sejumlah mitra rumah sakit dan lembaga riset. Kerja sama ini bertujuan efisiensi anggaran dan menghindari penumpukan alat medis berbiaya tinggi di daerah.

“Kita dengan bangunnya penandatanganan MoU seperti itu, maka banyak pemeriksaan yang harusnya enggak usah dibeli alat-alatnya di laboratorium-laboratorium di perifer, tapi dirujuk saja ke BB Genomika. Kita konsentrasi alat-alat canggihnya, alat-alat versinya di BB Genomika,” kata Dante.

Peran BB Binomika dinilai sentral. Laboratorium rujukan nasional tersebut memiliki kapabilitas teknologi mutakhir untuk mendeteksi berbagai kelainan genetik dan penyakit kompleks yang tidak dapat terjangkau fasilitas laboratorium biasa.

“Dengan layanan ini banyak sekali penyakit yang bisa kita identifikasi. Misalnya diabetes usia muda, itu kita bisa identifikasi di BB Genomika. Kemudian apa kasus-kasus yang rare disease, itu bisa juga dideteksi di BB Genomika,” ujar Dante.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Siti Yona Hukmana)