Menko Dudung Diyakini Bisa Bangun Kehidupan Kebangsaan yang Aman

Pertemuan PB Mathlaul Anwar dengan Menko Polkam Dukung Abdurachman yang saat itu masih menjabat Kepala Staf Presiden. Istimewa

Menko Dudung Diyakini Bisa Bangun Kehidupan Kebangsaan yang Aman

Whisnu Mardiansyah • 1 October 2026 20:57

Jakarta: Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar menyampaikan ucapan selamat kepada Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Dudung resmi menempati posisi tersebut setelah dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pengangkatannya tercantum dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.

Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Jazuli Juwaini, menyambut amanah baru yang diberikan kepada Dudung. Ia berharap Dudung dapat menjalankan tugas kenegaraan dengan baik.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan selamat kepada Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman atas amanah baru sebagai Menko Polkam. Semoga beliau senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Sebelum Dudung dilantik sebagai Menko Polkam, PB Mathla’ul Anwar telah melakukan pertemuan dengan Dudung pada 23 September 2026. Saat itu, Dudung masih menjabat Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda silaturahmi sekaligus taaruf dan pengenalan kepengurusan PB Mathla’ul Anwar untuk masa khidmat 2026-2031.
 


Dalam kesempatan itu, PB Mathla’ul Anwar memperkenalkan sejarah dan kiprah organisasi yang berdiri sejak 1916. Organisasi tersebut bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. PB Mathla’ul Anwar menyebut saat ini memiliki sekitar 17 juta anggota dan simpatisan dengan kepengurusan yang tersebar di 28 provinsi serta jaringan di luar negeri.

Pertemuan tersebut juga membahas permohonan kepada Dudung untuk menjadi Ketua Dewan Penasihat Mathla’ul Anwar. Permohonan itu mendapat sambutan positif dan Dudung menyatakan kesediaannya untuk mengemban amanah tersebut.

“Alhamdulillah, beliau berkenan dan menyatakan kesediaannya. Kami tentu sangat bahagia dan bersyukur. Mudah-mudahan dengan kesediaan beliau, ke depan semakin banyak kontribusi yang bisa diberikan untuk membangun umat, masyarakat, dan bangsa,” ujar Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar.

Setelah Dudung memperoleh amanah baru sebagai Menko Polkam, PB Mathla’ul Anwar berharap peran tersebut dapat dijalankan dengan memberikan kontribusi bagi kehidupan kebangsaan, persatuan, keamanan, dan ketertiban.


Dudung Abdurachman dilantik sebagai Menkopolkam. Foto: tangkapan layar.


Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar juga menegaskan komitmen organisasi untuk terus memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional. Sikap tersebut, menurutnya, berlandaskan 9 Prinsip Mathla’ul Anwar.

Organisasi tersebut menyatakan akan mendukung pemerintahan yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk program pemerintah yang ditujukan bagi kepentingan masyarakat.

“Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam, kami akan terus mendukung pemerintahan yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Program-program pemerintah yang ditujukan untuk kemaslahatan masyarakat tentu akan kami dukung dan ikut sukseskan,” tegasnya.

PB Mathla’ul Anwar turut mendoakan Dudung agar memperoleh petunjuk, kekuatan, dan kemudahan selama menjalankan tugas sebagai Menko Polkam. Selain menjalankan tugas pemerintahan, Dudung diharapkan tetap dapat memberikan nasihat dan pemikiran bagi Mathla’ul Anwar dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Penasihat.

Pertemuan antara PB Mathla’ul Anwar dan Dudung pada saat dirinya masih menjabat Kepala Staf Kepresidenan dinilai menjadi bagian dari upaya membangun sinergi organisasi dengan berbagai unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan.

PB Mathla’ul Anwar berharap hubungan tersebut dapat mendukung perluasan kontribusi organisasi dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, serta pembangunan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

(Whisnu M)