Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, saat memperlihatkan kondisi udara yang dipengaruhi asap karhutla melalui citra sebaran asap, di Kantor BMKG Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 3 Oktober 2026. Metrotvnews.com/ Muhammad Syawalu
BMKG Ungkap Kualitas Udara Sulsel Kurang Sehat Akibat Asap Karhutla Kalimantan
Muhammad Syawaluddin • 3 October 2026 16:51
Makassar: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mencatat kualitas udara di Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini berada pada level kurang sehat. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Dari beberapa hari terakhir ini, memang kita kan ada pengamatan kualitas udara. Di situ terpantau udara dalam kondisi sedang hingga kurang sehat," kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kondisi udara yang sangat kurang sehat terjadi sejak tengah malam hingga sekitar pukul 11.00 WITA. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi asap kebakaran hutan di Kalimantan yang berdampak pada kualitas udara di Sulawesi Selatan.
"Penyebabnya itu kebanyakan dari kebakaran, asap-asap kebakaran hutan. Nah, karena tadi saya lihat di AWS itu umumnya anginnya berasal dari barat, jadi kemungkinan terbawa dari Kalimantan menuju ke wilayah Sulawesi Selatan," jelasnya.
Meski demikian, kondisi udara di Sulawesi Selatan berubah mengikuti arah angin. Jika angin bertiup dari timur, kualitas udara relatif bersih, sedangkan angin dari barat membuat kualitas udara menjadi kurang sehat.
"Jadi kadang dia timuran, kalau timuran mungkin dia kembali bersih lagi, agak turun indikatornya. Terus kalau misalnya dia nanti anginnya berubah haluan menjadi dari barat, kemungkinan partikel asapnya ini akan masuk ke wilayah Sulawesi Selatan," ungkapnya.
Namun, kondisi udara kurang sehat tetap berpotensi terjadi saat angin bertiup dari timur jika membawa asap kebakaran hutan dari Papua atau Maluku. Sementara polusi kendaraan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas udara karena masih berada dalam batas normal.
"Kalau faktor kendaraan kayaknya belum, karena masih normal-normal saja," jelasnya.

Ilustrasi karhutla. Foto- Dok. Media Group Network (MGN)
Terkait kondisi udara yang kurang sehat di Sulawesi Selatan, BMKG Wilayah IV Makassar memperkirakan kondisi tersebut masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Hal ini dipengaruhi oleh kebakaran hutan di Kalimantan yang hingga kini belum reda.
"Mungkin beberapa hari ke depan masih sama, karena kalau dilihat ini masih merah-merah sekali ya, masih kuat sekali ini titik hotspot-nya di Kalimantan belum mereda. Jadi masih ada kemungkinan terjadi beberapa hari kemudian. Dan fokusnya biasanya jam-jam tingginya itu di dini hari hingga pagi, pagi menjelang siang," jelasnya lagi.