AS Lancarkan Serangan 'Defensif' Terhadap Pulau Qeshm di Iran

Wilayah Iran masih menjadi incaran serangan bagi AS. Foto: Anadolu

AS Lancarkan Serangan 'Defensif' Terhadap Pulau Qeshm di Iran

Muhammad Reyhansyah • 3 November 2026 11:31

Washington: Amerika Serikat (AS) dilaporkan melancarkan serangan terhadap Pulau Qeshm, Iran, pada Senin, 2 November 2026. 

Serangan tersebut disebut sebagai langkah defensif untuk menghadapi ancaman terhadap aset AS dan pelayaran komersial di Selat Hormuz.

The Wall Street Journal, mengutip sejumlah pejabat AS, melaporkan bahwa pasukan Amerika menyerang Pulau Qeshm. 

Seorang pejabat menyebut serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap penggunaan rudal permukaan-ke-udara oleh Iran yang mengancam aset AS.

"Ini merupakan langkah defensif terhadap penggunaan rudal permukaan-ke-udara oleh Iran yang mengancam aset AS," kata pejabat tersebut, sebagaimana dilaporkan The Wall Street Journal, dikutip dari TRT World, Selasa, 3 November 2026.

Sejumlah pejabat AS juga mengatakan kepada media tersebut bahwa pasukan Amerika masih melancarkan serangan berskala kecil terhadap target Iran selama beberapa pekan terakhir.

Operasi tersebut disebut sebagai langkah defensif untuk mencegah Iran memiliki kemampuan mengancam atau menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Sementara itu, kantor berita Iran melaporkan ledakan terdengar pada Selasa pagi di sejumlah wilayah Iran selatan, termasuk Pulau Qeshm dan Kota Bandar Lengeh.

Trump Redam Kekhawatiran Perang

Laporan serangan tersebut muncul ketika Presiden AS Donald Trump berupaya meredam kekhawatiran mengenai kemungkinan kembali terjadinya konfrontasi militer berskala besar dengan Iran setelah pemilihan paruh waktu pada Selasa, 3 November 2026.

Pada Senin, Trump membantah sedang mempertimbangkan serangan baru terhadap Iran setelah pemilihan tersebut. Ia juga mengeklaim upaya diplomatik dengan Teheran menunjukkan perkembangan positif.

"Tidak," jawab Trump ketika ditanya wartawan apakah dirinya mempertimbangkan kembali menyerang Iran setelah pemilihan paruh waktu.

Trump menegaskan Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir. Menurutnya, para pejabat Iran telah memahami sikap Washington tersebut.

Ia menilai pencegahan terhadap kemampuan nuklir Iran merupakan hal penting dan memperingatkan bahwa negara tersebut tidak akan dapat beroperasi dengan cara yang sama jika berhasil memperoleh kemampuan nuklir.

"Kami telah menghentikannya setahun lalu dengan pesawat pengebom B-2 yang luar biasa, yang mengenai setiap sasaran dan menimbun ratusan ton batu di atas semuanya," kata Trump.

Trump juga menyebut kesepakatan diplomatik dengan Iran sedang menunjukkan perkembangan positif. Ia mengaitkan harapan tercapainya kesepakatan tersebut dengan penurunan harga energi.

"Itulah sebabnya saya kira harga minyak turun begitu tajam," ujar Trump.

(Fajar Nugraha)