Ilustrasi Pexels
Orang Tua Perlu Dilibatkan dalam Penguatan Perlindungan Murid
Muhamad Marup • 13 October 2026 15:05
Jakarta: Perlindungan murid tidak hanya menjadi urusan sekolah, tapi juga keluarga. Untuk itu, orang tua harus dilibatkan dalam setiap langkah penguatan perlindungan bagi peserta didik.
"Orang tua perlu mengetahui apa yang sedang kami kerjakan. Kami siap menjelaskan langkah yang sudah dilaksanakan, menyampaikan apa yang masih berjalan, dan mendengarkan hal-hal yang menurut mereka perlu diperbaiki," ujar Humas Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM), Rizqi Syihabuddien, dalam keterangannya, Selasa, 13 Oktober 2026.
Rizqi menerangkan, pihaknya saat ini tengah menindaklanjuti hasil evaluasi internal dengan memperkuat pengawasan lingkungan sekolah, mengevaluasi tenaga pendidik, serta menyempurnakan mekanisme pengaduan. Pembenahan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan perlindungan siswa dan membangun lingkungan belajar yang lebih aman.
Ia menekankan, bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas dalam pelaksanaan pembenahan. Evaluasi ini menjadi dasar bagi kami untuk memperbaiki pengawasan dan prosedur perlindungan siswa.
"Kami ingin memastikan setiap laporan mendapat perhatian dan ditindaklanjuti dengan tepat," jelasnya.

Sekolah ICM. Foto: Istimewa
Rizqi mengungkapkan bahwa agenda pembenahan yang dilakukan sekolah mencakup penambahan titik CCTV menjadi total 395 titik serta penegasan batas interaksi antara guru dan siswa kepada seluruh warga sekolah. Langkah tersebut disertai penyempurnaan mekanisme penerimaan dan tindak lanjut pengaduan.
Sebagai bagian dari penguatan sistem perlindungan siswa, ICM akan melaksanakan pemeriksaan psikologis tambahan bagi tenaga pendidik menggunakan MMPI. Edukasi mengenai perlindungan anak juga terus diperkuat melalui program Learning Support Center ICM. Dalam penanganan pengaduan, sekolah berkomitmen menjaga kerahasiaan dan memberikan perlindungan kepada pelapor dan memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara tepat.
ICM juga terus membangun koordinasi dengan berbagai instansi sesuai kewenangannya, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Pokja BSAN, BPMP Banten, serta unit terkait di Kemendikdasmen. Sebagai wujud komitmen terhadap evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, ICM terbuka terhadap arahan dan evaluasi terkait tata kelola serta prosedur perlindungan siswa.
ICM juga membuka ruang dialog bagi orang tua, pemerhati pendidikan, dan lembaga perlindungan anak untuk memberikan masukan serta meninjau langkah pembenahan. Komitmen sekolah harus tercermin dalam pelaksanaan pembenahan yang konsisten.
"Kepercayaan orang tua siswa perlu kami jaga melalui tindakan nyata. Kami bertanggung jawab memastikan pembenahan ini berjalan dan terus mengevaluasi pelaksanaannya agar perlindungan siswa di ICM semakin baik," pungkasnya.