Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Asep Setia Budiman. ANTARA/Nur Muhamad
Udara Berbahaya, Warga Rejang Lebong Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Whisnu Mardiansyah • 13 October 2026 19:06
Rejang Lebong: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mengantisipasi paparan debu dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi udara yang dilaporkan mulai tidak sehat dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Dinkes Kabupaten Rejang Lebong, Asep Setia Budiman, mengatakan kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut diduga berasal dari Sumatera Selatan dan Jambi.
"Dalam beberapa hari belakangan kabut asap ini cukup tebal, sehingga dapat membahayakan masyarakat. Warga kita imbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan saat ke luar rumah menggunakan masker," kata dia, seperti dilansir Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Asep menjelaskan paparan kabut asap dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama pada masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru-paru. Karena itu, warga diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Dinkes Rejang Lebong juga meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan dampak kabut asap. Warga diimbau membiasakan penggunaan masker, khususnya jika kondisi asap semakin pekat.
Meski demikian, kabut asap belum menjadi penyebab utama peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah tersebut. Menurut Asep, kasus ISPA yang tercatat juga dipengaruhi kondisi cuaca selama musim kemarau.
"Jumlah pasien penderita ISPA yang tercatat saat ini terhitung Januari hingga akhir September 2026 lebih dari 10.000 orang. Jumlah ini semuanya bukan disebabkan oleh kabut asap saja, tetapi juga karena cuaca musim kemarau," terangnya.

Kabut asap. (MI)
Untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Dinkes Rejang Lebong menyiagakan 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan. Kesiapsiagaan juga dilakukan di RSUD Rejang Lebong, rumah sakit swasta, serta sejumlah klinik medis.
Asep memastikan fasilitas kesehatan tersebut memiliki persediaan obat-obatan dan tabung oksigen yang memadai untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
"Seluruh fasilitas tersebut telah dipastikan memiliki ketersediaan obat-obatan dan ketersediaan tabung oksigen yang memadai," tegas Asep.
Selain menggunakan masker saat berada di luar rumah, masyarakat juga dianjurkan menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi, memperbanyak makan buah-buahan, mencukupi kebutuhan air putih, serta berolahraga secara teratur.