Kasus Penembakan Siswa SMA di Garut, Polisi Buru Pelaku

Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Niko N Adi Putra memberikan keterangan pers di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (ANTARA/Feri Purnama)

Kasus Penembakan Siswa SMA di Garut, Polisi Buru Pelaku

Lukman Diah Sari • 9 October 2026 19:03

Garut: Polres Garut mengerahkan tim untuk menelusuri kasus penembakan yang diduga menggunakan senapan angin terhadap seorang siswa SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Hingga kini, pelaku masih diburu.

"Sampai saat ini dari Tim Sancang sudah terus melakukan upaya penyelidikan terhadap tersangka yang melakukan perbuatan tersebut," kata Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra di Garut, Jumat, 9 Oktober 2026, melansir Antara.

Ia menuturkan, kepolisian sudah mendapatkan laporan adanya seorang siswa SMA di Garut yang menjadi korban luka tembak oleh peluru senapan angin di kawasan Sukawening, Garut. Korban sudah mendapatkan penanganan medis dengan kondisi luka di mata sebelah kiri.

"Korban terluka mengenai kelopak matanya akibat dari peluru ya, air gun ya," ujar dia.

Ia menyampaikan, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut dengan meminta keterangan tujuh saksi. Dia mengajak masyarakat untuk membantu kepolisian agar kasus segera terungkap.

"Kami juga minta peran serta daripada masyarakat untuk bisa membantu sehingga kami bisa membuat terang, bisa mengungkapkan perkara ini," kata dia.

Eks Anggota Parlemen Thailand Tembak Mati Pejabat Daerah di Nonthaburi

Ilustrasi penembakan. (Medcom.id)

Ia menegaskan pihaknya akan profesional dan transparan dalam menangani kasus penembakan tersebut. Dia memastikan bakal menyampaikan ke publik bila pelaku telah berhasil ditangkap.

"Siapapun pelakunya dia harus bertanggung jawab terhadap apa perbuatannya," tegas Kapolres.

Sebelumnya dilaporkan, Pazwa Pahaludin, 15, siswa SMA di Garut, warga Kecamatan Cilawu, menjadi korban penembakan senapan angin yang menyebabkan mata kirinya luka. Insiden itu terjadi saat kegiatan pertemuan alumni sekolah di sebuah tempat di Kecamatan Sukawening, pada Sabtu, 26 September 2026.

(Lukman Diah Sari)