Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026. Metro TV/ Nattasya
Pramono Ungkap Pembangunan Halte TransJabodetabek Bekasi yang Belum Terealisasi
Nattasya Amani Vrazeti • 26 October 2026 14:52
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berbicara soal pembangunan halte TransJabodetabek di Bekasi yang belum terealisasi. Pramono mengatakan koordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi perlu diperkuat agar fasilitas transportasi umum bagi masyarakat dapat semakin lengkap.
“Ada pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi, kenapa haltenya enggak dibangun-bangun,” kata Pramono dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
“Sebab kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin nanti salah loh malahan. Tetapi kalau enggak dibangun, nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga,” ujar Pramono.
Ia menegaskan peningkatan sarana transportasi diperlukan untuk mendukung konektivitas Jakarta dan wilayah sekitarnya. Pramono juga menyatakan tidak membedakan pelayanan berdasarkan status kependudukan warga.
“Tetapi intinya bahwa supaya sarana transportasi ini menjadi semakin lengkap, semakin baik, saya terus terang tidak membedakan warga Bekasi atau tidak ber-KTP Bekasi,” ungkap Pramono.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026. Metro TV/Nattasya.
Pramono menyebut, penggunaan transportasi umum di wilayah penyangga Jakarta menunjukkan perkembangan. Jumlah penumpang TransJabodetabek dari Bekasi mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang per hari.
Sementara itu, jumlah penumpang dari Bogor mencapai sekitar 8.000 hingga 10.000 orang per hari. Menurut Pramono, konektivitas yang semakin baik diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih banyak menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi.
Pramono juga menyampaikan posisi Jakarta dalam pemeringkatan transportasi publik dunia mengalami peningkatan. Jakarta yang sebelumnya berada di peringkat ke-17 kini menempati peringkat ke-15 dunia.