Ilustrasi Pexels
Waspadai Penyakit Autoimun saat Lebaran, Simak Tips Pencegahannya
Muhamad Marup • 21 March 2026 16:30
Jakarta: Bagi penderita penyakit autoimun, pola hidup selama libur Lebaran berpotensi memicu kekambuhan. Banyak faktor selama momen libur Lebaran yang bisa menjadi pemicunya.
Staf pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Anshari Saifuddin Hasibuan, mengatakan, penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sehat dalam tubuh.
Beberapa contoh penyakit autoimun yang cukup sering dijumpai di masyarakat antara lain lupus, rheumatoid arthritis, psoriasis, serta penyakit tiroid autoimun seperti Hashimoto dan Graves’ disease.
Beberapa faktor selama libur lebaran yang bisa memicu kekambuhan penyakit autoimun yaitu perubahan pola makan menjadi tinggi lemak, gula, dan garam, kurangnya waktu istirahat, meningkatnya stres akibat aktivitas sosial, hingga kelalaian dalam mengonsumsi obat.
Terapi Obat
Anshari menekankan, pentingnya pengelolaan penyakit secara menyeluruh salah satunya melalui terapi obat atau farmakologis. Pasien diimbau untuk tetap disiplin mengikuti anjuran dokter.
Terapi yang umum diberikan meliputi obat antiinflamasi untuk mengurangi nyeri, kortikosteroid untuk menekan peradangan, obat imunosupresan, hingga terapi biologis pada kasus tertentu.
Dia mengingatkan agar pasien memastikan ketersediaan obat selama masa libur dan tidak mengubah dosis tanpa konsultasi medis.
"Gunakan pengingat seperti alarm agar jadwal minum obat tidak terlewat di tengah kesibukan Lebaran," jelasnya.
Gaya Hidup
Anshari menambahkan, pengaturan gaya hidup menjadi kunci penting dalam menjaga kestabilan kondisi autoimun. Masyarakat dianjurkan untuk tetap menjaga pola makan seimbang.
"Perbanyak konsumsi sayur dan buah, serta membatasi makanan tinggi lemak, gula, dan garam. Asupan cairan yang cukup juga penting untuk mendukung fungsi tubuh secara optimal," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, kualitas tidur tidak boleh diabaikan. Istirahat yang cukup, sekitar 7–8 jam per malam, dapat membantu menjaga keseimbangan sistem imun.
"Jika jadwal kegiatan padat, istirahat singkat di sela aktivitas dapat menjadi alternatif untuk mencegah kelelahan berlebih," tuturnya.
Pengelolaan stres juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Teknik relaksasi sederhana seperti latihan pernapasan, meditasi, atau aktivitas spiritual dapat membantu menjaga ketenangan.
"Dukungan keluarga juga diperlukan agar penderita tidak merasa terbebani untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan," ucapnya.
Lebih lanjut, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau peregangan tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran dan mengurangi keluhan pada sendi. Namun, aktivitas berlebihan sebaiknya dihindari, terutama jika kondisi tubuh sedang tidak optimal.

Ilustrasi Pexels
Terakhir, Anshari mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan mencegah infeksi, mengingat infeksi dapat memicu kekambuhan pada beberapa penyakit autoimun.
Mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat diperlukan, serta membatasi aktivitas saat kondisi tubuh menurun merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan.
"Dengan pengelolaan yang baik, pasien autoimun tetap dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman dan aman. Kuncinya adalah mengenali batas tubuh dan tidak memaksakan diri," terangnya.