Mahkamah Agung Arab Saudi mengimbau umat Islam untuk memantau hilal Syawal. Foto: Haramain/X
Arab Saudi dan Negara Teluk Mulai Tetapkan Libur Idulfitri Hingga 22 Maret
Fajar Nugraha • 18 March 2026 14:49
Riyadh: Mahkamah Agung Arab Saudi mengimbau umat Islam untuk memantau hilal Syawal pada Rabu malam, 18 Maret 2026 bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah.
"Masyarakat yang melihat hilal diminta melaporkan temuannya ke pengadilan terdekat untuk dicatat secara resmi," sebut pihak Mahkamah Agung Arab Saudi, seperti dikutip Economic Middle East, Rabu 18 Maret 2026.
Mahkamah Agung menyatakan pengamatan dapat dilakukan dengan mata telanjang maupun alat bantu seperti teropong. Langkah ini menjadi penentu jatuhnya Hari Raya Idulfitri yang menandai berakhirnya bulan Ramadan.
Pemerintah Arab Saudi juga telah menetapkan libur Idulfitri untuk sektor swasta dan nirlaba selama empat hari. Libur dimulai setelah jam kerja pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan akhir Ramadan.
Di Uni Emirat Arab, otoritas pemerintah menetapkan libur Idulfitri bagi pegawai negeri dari 19–22 Maret 2026, dengan aktivitas kerja kembali pada 23 Maret. Sementara sektor swasta libur dari 19–21 Maret, dan dapat diperpanjang jika Ramadan berlangsung 30 hari.
Oman menetapkan libur Idulfitri bagi sektor publik dan swasta mulai 19–23 Maret 2026. Aktivitas kerja akan kembali normal pada 24 Maret setelah masa libur berakhir.
Di Qatar, libur untuk instansi pemerintah dimulai lebih awal pada 17 Maret dan berakhir 23 Maret 2026. Pegawai sektor swasta mendapatkan libur selama tiga hari dengan upah penuh, dengan ketentuan tambahan jika tetap bekerja selama hari raya.
Penetapan jadwal libur ini menunjukkan kesiapan negara-negara Teluk dalam menyambut Idulfitri 2026. Selain itu, pengumuman tersebut juga memberikan kepastian bagi masyarakat dalam merencanakan kegiatan selama hari raya.
(Keysa Qanita)