Investigasi NYT Ungkap Dugaan Keterlibatan Anak Trump di Proyek Tambang Kazakhstan

Eric Trump, putra dari Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Investigasi NYT Ungkap Dugaan Keterlibatan Anak Trump di Proyek Tambang Kazakhstan

Willy Haryono • 29 June 2026 16:27

Washington: Putra Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Donald Trump Jr. dan Eric Trump, dilaporkan berpotensi memperoleh keuntungan dari proyek pertambangan di Kazakhstan yang mendapat dukungan pemerintah AS, berdasarkan temuan hasil investigasi kantor berita The New York Times (NYT).

Menurut laporan itu, pemerintahan Trump berhasil mencapai kesepakatan yang memberikan akses kepada perusahaan Kaz Resources terhadap salah satu cadangan tungsten terbesar di dunia yang belum dikembangkan di Kazakhstan.

Proyek tersebut juga memperoleh indikasi awal pembiayaan hingga 1,6 miliar dolar AS dari sejumlah lembaga pemerintah AS, meski masih menunggu persetujuan lebih lanjut.

Laporan menyebut Trump ikut dalam pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev bersama Menteri Perdagangan Howard Lutnick untuk membantu merampungkan kesepakatan tersebut.

Beberapa pekan setelah negosiasi, investor yang terkait dengan Dominari Securities, perusahaan yang sebagian dimiliki Donald Trump Jr. dan Eric Trump, membeli saham pada entitas yang terhubung dengan proyek tambang tersebut.

Dilansir dari media Press TV, Senin, 29 Juni 2026, investigasi juga menemukan bahwa Cantor Fitzgerald, bank investasi yang sebelumnya dipimpin Howard Lutnick dan kini dikelola putranya, Brandon dan Kyle Lutnick, membantu menghimpun dana sebesar 210 juta dolar AS bagi salah satu mitra investasi proyek. Langkah itu berpotensi menghasilkan jutaan dolar dalam bentuk biaya jasa.

The New York Times menyebut proyek Kazakhstan bukan satu-satunya kasus. Media tersebut mengidentifikasi 14 perusahaan tambang yang memiliki hubungan finansial dengan keluarga Trump atau Cantor Fitzgerald, sementara pada saat yang sama mengajukan izin maupun bantuan pendanaan kepada pemerintahan Trump dengan nilai yang telah disetujui atau masih dipertimbangkan melebihi 8,9 miliar dolar AS.

Gedung Putih membantah adanya pelanggaran dalam pengambilan keputusan tersebut. Juru bicara Gedung Putih Kush Desai mengatakan, "Satu-satunya kepentingan yang menjadi pedoman pemerintahan Trump dalam mengambil keputusan adalah kepentingan terbaik bagi rakyat Amerika." Ia menambahkan bahwa pengamanan rantai pasok mineral penting merupakan prioritas keamanan nasional.

Sementara itu, Partai Demokrat meminta pengawasan yang lebih ketat terhadap skema pendanaan tersebut. Anggota Kongres AS Maxine Dexter menyatakan Kongres perlu memastikan dana pembayar pajak digunakan untuk kepentingan publik, bukan untuk menguntungkan keluarga yang memiliki hubungan dengan pejabat pemerintahan.

Investigasi itu juga mengaitkan proyek Kazakhstan dengan sejumlah investasi lain yang melibatkan keluarga Trump. Sebelumnya, The New York Times melaporkan putra-putra Trump terlibat dalam proyek mata uang kripto bernilai miliaran dolar, sementara Donald Trump Jr. juga diketahui berinvestasi di perusahaan rintisan pertambangan Vulcan Elements yang kemudian memperoleh kesepakatan pendanaan federal hampir 700 juta dolar AS untuk memperluas produksi di North Carolina. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Trump Dilaporkan Raup USD600 Juta dari Kripto, Punya Aset hingga USD1,6 Miliar

(Willy Haryono)