Israel Kembali Serang Gaza, Tiga Warga Palestina Tewas

Warga Gaza menjadi korban serangan Israel. Foto: Anadolu

Israel Kembali Serang Gaza, Tiga Warga Palestina Tewas

Fajar Nugraha • 1 July 2026 12:09

Gaza: Serangan Israel terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata, dengan pembunuhan hampir setiap hari, serangan pesawat tak berawak, dan pengeboman di seluruh Gaza yang merusak kesucian gencatan senjata.

“Tiga warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas dan 19 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Gaza, dalam pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata,” kata sumber medis, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 1 Juli 2026.

Sumber tersebut mengatakan, sebuah pesawat tak berawak Israel menghantam sepeda listrik di Jalan Asdaa di daerah Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis di Gaza selatan, menewaskan tiga orang dan melukai 17 lainnya.

“Di Gaza utara, seorang warga Palestina terluka parah setelah serangan pesawat tak berawak Israel menghantam atap sebuah rumah di dekat bundaran Abu Sharkh di daerah Al-Faluja, sebelah barat kamp pengungsi Jabalia,” kata sumber tersebut.

Seorang warga Palestina lainnya terluka parah dalam serangan pesawat tak berawak terpisah yang menargetkan sebuah rumah di lingkungan Sheikh Radwan, utara Kota Gaza.

Saksi mata mengatakan, serangan hari Selasa terjadi di daerah di luar kendali militer Israel berdasarkan perjanjian gencatan senjata.

Tim penyelamat juga menemukan jenazah seorang warga Palestina yang tewas dalam pemboman Israel sebelumnya di dekat bundaran Kuwait di lingkungan Al-Zaytoun, tenggara Kota Gaza, yang kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Arab Al-Ahli.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata Israel telah menewaskan 1.053 warga Palestina dan melukai 3.406 lainnya sejak Oktober 2025.

Sejak dimulainya genosida pada 7 Oktober 2023, perang genosida Israel telah mengakibatkan kematian lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000, serta kehancuran yang meluas yang memengaruhi sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut.

(Fajar Nugraha)