Putin Nyatakan Rusia Siap Lanjutkan Perundingan Damai dengan Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)

Putin Nyatakan Rusia Siap Lanjutkan Perundingan Damai dengan Ukraina

Willy Haryono • 24 June 2026 12:12

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Moskow siap melanjutkan perundingan damai dengan Ukraina berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai dalam pembicaraan sebelumnya di Istanbul serta perkembangan terbaru di medan perang.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat berbicara kepada para pejabat pemerintah Rusia pada Selasa, 23 Juni 2026.

“Rusia siap untuk perundingan damai dengan Ukraina berdasarkan kesepakatan yang dicapai di Istanbul,” kata Putin, seperti dikutip dari Yeni Safak, Rabu, 24 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa setiap kesepakatan di masa depan juga harus mempertimbangkan berbagai parameter yang dibahas dalam pertemuan di Anchorage serta realitas situasi yang terjadi di lapangan saat ini.

Dalam pernyataannya, Putin menuding Ukraina sebagai pihak yang menghentikan proses negosiasi sebelumnya.

Menurut dia, sejumlah serangan yang dilakukan Ukraina di wilayah Rusia bertujuan menciptakan posisi yang lebih menguntungkan menjelang kemungkinan dimulainya kembali perundingan.

Meski demikian, Putin menegaskan Rusia tetap terbuka terhadap dialog.

Ia menekankan bahwa pembahasan harus didasarkan pada dokumen-dokumen rancangan yang telah disusun dalam proses negosiasi sebelumnya serta kondisi aktual di medan konflik.

Kesepakatan Istanbul dan Anchorage

Delegasi Rusia dan Ukraina diketahui telah menggelar tiga putaran perundingan di Istanbul pada 2025, masing-masing pada 16 Mei, 2 Juni, dan 23 Juli.

Pembicaraan tersebut menghasilkan sejumlah pertukaran tahanan dalam skala besar serta penyusunan memorandum rancangan perdamaian.

Setelah rangkaian perundingan di Istanbul, Presiden Amerika Serikat dan Presiden Rusia bertemu di Anchorage, Alaska.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak disebut mengembangkan rencana perdamaian yang awalnya terdiri atas 28 poin sebelum kemudian direvisi menjadi 20 poin.

Namun, upaya mencapai kesepakatan final menghadapi hambatan setelah Ukraina menolak berbagai usulan yang mencakup konsesi wilayah.

Selain jalur Istanbul, Rusia dan Ukraina juga sempat mengikuti tiga putaran perundingan yang dimediasi Amerika Serikat pada awal 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di Abu Dhabi dan Jenewa antara 23 Januari hingga 18 Februari.

Namun proses diplomatik itu terhenti setelah pecahnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 28 Februari. Sejak saat itu, pembicaraan damai antara Moskow dan Kyiv belum kembali digelar.

Baca juga:  Trump Sebut Zelensky dan Putin Terbuka untuk Akhiri Perang di Ukraina

(Willy Haryono)