Gunung api Ili Lewotolok mengeluarkan material vulkanik di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Gunung Ile Lewotolok di NTT Turun Level jadi Waspada
Lukman Diah Sari • 24 February 2026 07:58
Jakarta: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) per hari ini, Selasa pagi, 24 Februari 2026 .
"Penurunan status tersebut didasarkan pada hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan tren penurunan aktivitas vulkanik gunung api tersebut," ujar Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2027, melansir Antara.
Gunung Ili Lewotolok, sebelumnya, dinaikkan ke Level III (Siaga) pada 18 Januari 2026 setelah terjadi peningkatan aktivitas erupsi berupa aliran lava yang keluar dari kawah bagian barat. Aktivitas vulkanik tercatat tetap tinggi hingga pertengahan Februari 2026 sebelum akhirnya menunjukkan penurunan secara bertahap dan aliran lava di sektor barat tidak lagi teramati.

Pemandanagan gunung Ile Lewotolok di Lembata. ANTARA/Ho-PPG Lewotolok
Data kegempaan periode 1-15 Februari 2026 mencatat 1.760 kali gempa erupsi, 4.410 kali gempa hembusan, 21 kali tremor harmonik, 81 kali tremor nonharmonik, dua kali gempa vulkanik dangkal, 10 kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, serta sembilan kali gempa tektonik jauh.
Sementara itu, pada periode 16-22 Februari 2026 tercatat 400 kali gempa erupsi, 1.592 kali gempa hembusan, tiga kali tremor nonharmonik, satu kali gempa hybrid, satu kali gempa vulkanik dangkal, 14 kali gempa vulkanik dalam, lima kali gempa tektonik lokal, serta dua kali gempa tektonik jauh.
Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut, dengan asap kawah berwarna putih hingga kelabu berintensitas tipis sampai sedang setinggi 5-100 meter dari puncak. Tinggi kolom erupsi teramati berkisar 50-200 meter dari puncak dengan lontaran material dominan jatuh di sekitar kawah dan disertai suara gemuruh lemah hingga sedang.
Badan Geologi juga mengimbau masyarakat menggunakan masker pelindung serta menutup tempat penampungan air bersih guna menghindari dampak abu vulkanik.
Pemerintah Kabupaten Lembata dan masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung untuk memperoleh informasi terkini terkait perkembangan aktivitas gunung api tersebut.