Kemensos Siapkan 2 Jalur Masa Depan Lulusan Perdana Sekolah Rakyat

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto: Antara.

Kemensos Siapkan 2 Jalur Masa Depan Lulusan Perdana Sekolah Rakyat

Anggi Tondi Martaon • 17 June 2026 20:42

Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) mempersiapkan skema penempatan masa depan bagi 11 siswa lulusan perdana jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) Sekolah Rakyat pada tahun ajaran ini. Opsi penempatan tersebut masih tahap asesmen serta pendalaman berbasis minat dan kompetensi masing-masing pelajar.

"Bagi anak-anak yang lulus SMA ini ada dua jalur. Pertama, jika memiliki kompetensi akademik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, akan dilakukan pendampingan dan bimbingan secara intensif," kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dikutip dari Antara, Rabu, 17 Juni 2026.

Bagi lulusan yang memilih jadi pekerja terampil, Kemensos akan memfasilitasi mereka melalui rangkaian program pelatihan vokasi dan keterampilan kerja. Opsi ini tengah dijajaki kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Secara umum, Gus Ipul menjelaskan sistem pendidikan di Sekolah Rakyat menerapkan pola terbuka (multi-entry) dan multi-exit. Tujuannya agar bisa merangkul anak-anak dari keluarga miskin yang putus sekolah dalam rentang waktu dua hingga tiga tahun belakangan.

Melalui pendekatan adaptif tersebut, Kemensos mencatat 400 dari 15 ribu orang siswa Sekolah Rakyat bakal lulus pada tahun ini. Jumlah tersebut tersebar di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga SMA.

Di sisi lain, Kemensos juga mengantisipasi fase transisi perpindahan siswa ke 93 gedung permanen baru. Sebab, berpotensi memicu kendala teknis berupa minimnya ketersediaan tenaga kependidikan dan operasional. Di sisi lain, kuota siswa angkatan baru pada tahun baru ajaran ini mencapai 35 ribu siswa.

Guna menyiasati tantangan operasional tersebut, Gus Ipul meminta dukungan pemerintah daerah untuk memperbantukan tenaga guru eksternal. Masa tugas tenaga pengajar sementara tersebut yaitu tiga bulan.

Ilustrasi Sekolah Rakyat. Foto: MI.

Langkah kolaborasi ini dinilai penting untuk mengisi kekosongan formasi guru, tenaga kebersihan, hingga petugas keamanan, mengingat proses rekrutmen sumber daya manusia (SDM) internal Sekolah Rakyat hingga saat ini masih berjalan.

"Maka dari itu, kita butuh bantuan dari daerah, guru-guru sementara yang diminta untuk membantu Sekolah Rakyat di tahap pertama ini, mungkin tiga bulan ke depan. Setelah itu, kita masih perlu tenaga kebersihan, tenaga keamanan, karena SDM-nya Sekolah Rakyat masih dalam proses rekrutmen," ujar Gus Ipul.

(Anggi Tondi)