Pemprov DKI Beri Penghargaan RW Terbaik di Apel Jaga Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) dan Menko Pangan Zulkifli Hasan (kiri). Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Pemprov DKI Beri Penghargaan RW Terbaik di Apel Jaga Jakarta

Rifda Muthia Zahra • 21 June 2026 09:50

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan apresiasi kepada sejumlah pengurus rukun warga (RW) dalam pengelolaan lingkungan. Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung pada momentum Apel Siaga Jaga Jakarta.

"Apresiasi para kader lingkungan, pengurus bank sampah, PPSU, serta pengurus RT/RW yang menjadi garda terdepan," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu 21 Juni 2026. 
 


Apresiasi tersebut diberikan kepada: 

Wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat:
  • RW 09 Kelurahan Cempaka Putih Barat
  • RW 05 Kelurahan Paseban
  • RW 01 Kelurahan Gambir

Wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat:
  • RW 09 Kelurahan Meruya Utara
  • RW 07 Kelurahan Joglo
  • RW 04 Kelurahan Kedoya Utara

Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan:
  • RW 09 Kelurahan Lenteng Agung
  • RW 08 Kelurahan Petukangan Selatan
  • RW 03 Kelurahan Kebon Baru

Wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu:
  • RW 03 Kelurahan Pulau Untung Jawa
  • RW 04 Kelurahan Pulau Pari
  • RW 02 Kelurahan Pulau Kelapa

Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara:
  • RW 07 Kelurahan Rorotan
  • RW 24 Kelurahan Pegangsaan Dua
  • RW 12 Kelurahan Rawa Badak Utara

Wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur:
  • RW 03 Kelurahan Setu
  • RW 16 Kelurahan Penggilingan
  • RW 12 Kelurahan Duren Sawit

Pramono menegaskan bahwa gerakan pemilahan di tingkat akar rumput berjalan sangat masif. Beberapa wilayah binaan bahkan mampu mengonversi sisa makanan menjadi pakan budidaya maggot.

"Penanganannya di RT itu sudah sampai pemilahan untuk makanan maggot, kemudian ikan, dan sebagainya," ungkap Pramono.

Guna mendukung konsistensi warga, pemerintah daerah kini menyiapkan infrastruktur penampung hasil organik. Lahan puluhan hektare di Cilangkap segera dioptimalkan sebagai pusat pengolahan pupuk.

"Kami segera akan membuka lahan kurang lebih 90 hektar untuk pengembangan yang organik untuk maggot dan pupuk," tutur Pramono.


Apel Siaga Jaga Jakarta. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Langkah taktis berbasis komunitas lokal ini mendapat dukungan penuh dari Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). Kolaborasi aktif tersebut dinilai menjadi solusi terbaik dalam menghapus sistem pembuangan terbuka.

"Tidak mungkin sampah selesai tanpa melibatkan semua pihak, karena sampah itu urusan kita bersama," tegas Zulhas

Zulkifli akan menginstruksikan daerah lain untuk segera menduplikasi sistem pengelolaan di Jakarta. Model pergerakan massal ini akan dibawa ke wilayah Jawa hingga Sumatra.

"Agar nanti daerah-daerah lain mencontoh saja. Kami akan bawa ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat," ucap Zulkifli.

(Fachri Audhia Hafiez)