Program Blue Impact di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan. Foto: Dok istimewa
7 BUMN Sokong Pemberdayaan Masyarakat di Pesisir Lampung Selatan
18 June 2026 15:43
Lampung Selatan: Peruri bersama enam BUMN lainnya berpartisipasi dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Blue Impact di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan kawasan pesisir yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak.
Program Blue Impact merupakan kolaborasi antara tujuh Badan Usaha Milik Negara, yaitu Peruri, PNM, Adhi Karya, Brantas Abipraya, Nindya Karya, Waskita, dan WIKA. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup warga pesisir.
Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi menyampaikan, kolaborasi antar-BUMN menjadi kunci dalam menghadirkan program TJSL yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan berdampak langsung bagi lingkungan. Peruri ikut menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi kami, sinergi antar-BUMN seperti ini menjadi bentuk nyata bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan perlu dijalankan secara kolaboratif, terarah, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Adi dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Melalui program ini, Peruri turut memperkuat peran BUMN dalam mendukung agenda keberlanjutan, khususnya pada kawasan pesisir yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi bagi masyarakat. Blue Impact mengusung tiga agenda utama, yaitu konservasi terumbu karang, literasi keuangan, serta pengecekan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.
Ketiga agenda tersebut dirancang agar merepresentasikan kepedulian terhadap lingkungan, penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, dan dukungan terhadap kesehatan warga. Dengan pendekatan ini, Blue Impact diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar Pantai Minang Rua.

(Peruri bersama enam BUMN lainnya berpartisipasi dalam program Blue Impact. Foto: Dok istimewa)
Potensi kawasan wisata pesisir
Pantai Minang Rua dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata pesisir dan menjadi salah satu destinasi unggulan di Lampung Selatan. Keberadaan ekosistem laut yang sehat menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik pariwisata, mendukung keseimbangan lingkungan, serta menopang aktivitas ekonomi masyarakat setempat.Sebagai bagian dari agenda lingkungan, kegiatan konservasi terumbu karang dilakukan untuk mendukung pemulihan dan perlindungan ekosistem laut. Upaya ini menjadi penting mengingat terumbu karang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, melindungi keanekaragaman hayati, serta mendukung keberlanjutan potensi wisata bahari.
Selain kegiatan konservasi, Blue Impact juga menghadirkan edukasi literasi keuangan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat pesisir diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan dan usaha, terutama dalam mendukung potensi ekonomi lokal berbasis pariwisata, perikanan, dan usaha masyarakat.
Program ini juga dilengkapi dengan layanan cek kesehatan gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas hidup masyarakat. Melalui layanan tersebut, warga mendapatkan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan secara langsung sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
“Kolaborasi Peruri bersama enam BUMN lainnya turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Sinergi ini sejalan dengan semangat pengembangan kawasan pesisir yang hijau, lestari, dan berdaya saing, sekaligus mendukung penguatan potensi desa wisata di wilayah tersebut,” ungkapnya.