Tiongkok Serukan ASEAN Tolak Intervensi Eksternal dan Politik Blok di Kawasan

Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Wang Qing dalam Jakarta Forum 2026 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026. (Metrotvnews.com)

Tiongkok Serukan ASEAN Tolak Intervensi Eksternal dan Politik Blok di Kawasan

Muhammad Reyhansyah • 22 June 2026 19:01

Jakarta: Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Wang Qing menyerukan negara-negara ASEAN dan Tiongkok untuk menolak intervensi eksternal serta pembentukan blok-blok eksklusif yang dinilai berpotensi memicu konfrontasi dan mengganggu stabilitas kawasan.

Menurut Wang, masa depan kawasan harus ditentukan oleh negara-negara di kawasan sendiri melalui penguatan kepercayaan, solidaritas, dan kerja sama yang lebih erat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

"Kita harus menentang segala bentuk intervensi eksternal, setiap upaya membentuk lingkaran eksklusif atau konfrontasi blok, serta setiap skema yang menghidupkan kembali militerisme dan mengganggu stabilitas kawasan," kata Wang dalam Jakarta Forum 2026 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Ia menegaskan hubungan ASEAN-Tiongkok selama ini telah berkembang menjadi salah satu kemitraan strategis terpenting di kawasan dan perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas serta kemakmuran regional.

Menurut Wang, kepercayaan, solidaritas, dan kerja sama harus tetap menjadi arus utama hubungan kedua pihak agar kawasan mampu menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

"Kita harus memastikan bahwa saling percaya, solidaritas, dan kerja sama tetap menjadi arus utama serta menjaga masa depan kawasan tetap berada di tangan kita sendiri," ujarnya.

Dukung Sentralitas ASEAN

Wang menegaskan Tiongkok mendukung arsitektur kerja sama kawasan yang berpusat pada ASEAN, terbuka, dan inklusif. Ia mengatakan Beijing akan terus berupaya memberikan kepastian bagi kawasan melalui hubungan yang stabil dan konstruktif dengan ASEAN.

Menurut Wang, penguatan kerja sama ASEAN-Tiongkok menjadi semakin penting ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi global, serta meningkatnya tantangan terhadap rantai pasok internasional.

Karena itu, kedua pihak perlu terus memperkuat koordinasi dan menjaga kawasan tetap terbuka terhadap kerja sama yang saling menguntungkan.

Selain menyoroti isu geopolitik, Wang juga mendorong percepatan implementasi ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 untuk membangun pasar regional yang lebih terbuka.

Ia menilai kerja sama ekonomi yang lebih erat akan membantu meningkatkan ketahanan kawasan menghadapi berbagai guncangan eksternal.

Menurut Wang, ASEAN dan Tiongkok juga perlu memperkuat keamanan pangan, keamanan energi, serta stabilitas rantai pasok melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

"Kita perlu meningkatkan keamanan pangan dan energi kawasan serta stabilitas rantai pasok melalui kerja sama yang saling menguntungkan dan membangun ekonomi regional yang lebih tangguh," katanya.

Baca juga:  Sekjen Kao Kim Hourn Ajukan Lima Prioritas untuk Perkuat Kemitraan ASEAN-Tiongkok

(Willy Haryono)