Jamin Hak Kesehatan, Faskes Warga Binaan Rutan Muntok Kini Jadi Terpusat

Sosialisasi Program JKN-KIS di Rutan Muntok. Istimewa.

Jamin Hak Kesehatan, Faskes Warga Binaan Rutan Muntok Kini Jadi Terpusat

Arga Sumantri • 23 June 2026 16:28

Bangka barat: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Muntok, Bangka Barat melakukan migrasi masal fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama ke Klinik Pratama Armelia. Langkah itu diambil untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan.

Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly mengatakan penataan faskes itu untuk menjamin hak kesehatan warga binaan. Kebijakan itu juga untuk memetakan rasio jumlah pasien dengan tenaga medis agar lebih proporsional.

"Melalui pemusatan faskes ke klinik rutan, kami menilai pengawasan standar mutu pelayanan dapat berjalan lebih efektif. Di samping itu, proses distribusi logistik medis untuk warga binaan juga lebih terukur," kata Andri

Ferly menjelaskan dengan rasio yang ideal, pelayanan dapat berjalan optimal. Tak hanya itu, warga binaan yang sehat adalah modal utama agar program pembinaan dapat terserap dengan baik, sehingga menjadi produktif saat kembali ke masyarakat.

"Migrasi faskes ini bukan sekadar perpindahan fasilitas medis di atas kertas. Ini adalah reformasi internal Rutan Muntok untuk memastikan searah dengan Asta Cita Presiden Prabowo," ucapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Syafe’i Rangkuti. Ia menjelaskan setiap warga negara memiliki hak yang sama terhadap akses kesehatan bermutu. Hal itu berlaku pula bagi warga binaan di dalam rutan.

"Pengalihan fasilitas kesehatan seluruh warga binaan yang memiliki kepesertaan aktif ke Klinik Pratama Armelia dilakukan untuk memastikan mereka mendapat jaminan penuh oleh BPJS Kesehatan," ujar Kadinkes dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, kebijakan itu sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) yang inklusif. Fasilitas itu juga untuk mempercepat jika ada warga binaan yang membutuhkan penanganan darurat.

"Kami siap terus mengawal dan bersinergi dengan Klinik Pratama Armelia Rutan Muntok agar standar pelayanannya tetap terjaga dengan baik," tutur Syafe'i.

Klinik Pratama Armelia Rutan Muntok. Foto: Istimewa.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bangka Barat, Hendri Carmanto, menyatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan hak-hak kesehatan para WBP terpenuhi secara optimal sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Dengan dipindahkannya ke Klinik Pratama Armelia, mereka terlindungi penuh oleh BPJS Kesehatan secara sah. Sehingga warga binaan jika sewaktu-waktu membutuhkan penanganan medis, prosesnya akan jauh lebih cepat," kata Hendri.

(Arga Sumantri)