Peluncuran Progran NADI JKN di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews/Nattasya Amani.
Tekan Defisit, BPJS Kesehatan Andalkan Program Cicilan Iuran
Nattasya Amani Vrazeti • 4 August 2026 12:07
Jakarta: BPJS Kesehatan meluncurkan program Menabung Demi Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (NADI JKN). Program ini mengandalkan skema cicilan harian untuk menarik kembali jutaan penunggak iuran dari sektor pekerja informal.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, program mencicil iuran ini dapat menjadi solusi terkait defisit keuangan lembaga yang ditimbulkan dari tingginya angka kepesertaan pasif. Menurutnya, ada 54 juta peserta non-aktif.
"Sangat bisa. Sangat bisa (jadi solusi defisit keuangan)," ujar Prihati di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto mengatakan, saat ini sudah ada ribuan pengemudi transportasi daring yang memanfaatkan skema tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi awal yang baik bagi keberlanjutan program NADI JKN.
"Hari ini diawali sudah 3.000 mitra yang sudah bergabung dalam program ini. Jadi ini sudah diawali dengan cukup baik," kata Akmal.

Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: MI/Pius Erlangga.
Ke depannya, BPJS Kesehatan berencana memperluas jangkauan skema cicilan NADI JKN ini ke kelompok pekerja informal lainnya. Dia menjelaskan, program ini akan menyasar berbagai kelompok masyarakat.
“Diawali dengan ini mitra ojol online dan nanti akan kita sasar misalnya kelompok nelayan, masyarakat atau petani yang memang atau juga kelompok pekerja gig atau pekerja nonformal,” kata Akmal.