Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara. Metro TV/Nattasya
Petugas Damkar Meninggal Akibat Jantung, Gulkarmat DKI Evaluasi Penugasan Personel
Nattasya Amani Vrazeti • 4 August 2026 00:08
Jakarta: Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara akan mengevaluasi penugasan personel akibat petugas pemadam kebakaran (damkar), Andriyono, meninggal dengan riwayat sakit jantung. Andriyono meninggal saat bertugas memadamkan kebakaran pada tumpukan sampah di Kramat Jati, Jakarta Timur.
“Iya apa namanya (evaluasi) pasti ya,” ujar Bayu di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Bayu menjelaskan Dinas Gulkarmat DKI telah memetakan penugasan khusus. Pada kasus Andriyono, korban seharusnya tidak lagi berada di garis depan pemadaman api.
“Itu contohnya Pak Andriyono yang itu sudah terpetakan sebenarnya. Jadi tentu penugasannya yang simpel sebenarnya," ujar Bayu.
.jpg)
Ilustrasi pemadam kebakaran. Dok. Pexels.com
Bayu mengatakan almarhum sudah terdeteksi memiliki riwayat sakit jantung sejak Desember 2025 dan baru menjalani prosedur pemasangan ring jantung pada Februari 2026. Menurut dia, penugasan yang diberikan murni berfokus pada pemantauan pasokan air di dekat unit pemadam.
"Penugasannya kami tugaskan untuk memonitor terkait dengan sumber air. Kami tidak tugaskan dia untuk di situasi penyerangan," kata Bayu.
Sebagai Komandan Regu, Andriyono bertanggung jawab memantau tekanan pancaran air dari jarak aman menggunakan Radio Panggil (handy talkie/HT).