Disdik Mataram Minta Sekolah Tak Bebani Orang Tua soal Uang Perpisahan

Aktivitas siswa di salah satu sekolah di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala.

Disdik Mataram Minta Sekolah Tak Bebani Orang Tua soal Uang Perpisahan

Silvana Febiari • 21 May 2026 15:37

Mataram: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengingatkan jajaran sekolah untuk tidak memberatkan para orang tua terkait uang perpisahan. Hal ini dapat menghambat siswa masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

"Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh anak di Kota Mataram dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa terkendala biaya," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdik Kota Mataram Lalu Martawang, dilansir dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026. 

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas keresahan para orang tua terkait tingginya biaya acara perpisahan siswa kelas akhir. Pasalnya, sejumlah sekolah menggelar kegiatan seremonial, bahkan hingga di hotel
 


?Menanggapi hal tersebut, pihaknya dalam waktu dekat segera mengadakan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah se-Kota Mataram baik tingkat TK, SD, maupun SMP. Pertemuan tersebut bertujuan untuk merumuskan solusi terbaik dan menegaskan kembali bahwa pihak sekolah tidak diperbolehkan memberatkan siswa maupun orang tua dalam bentuk apa pun.

Pemerintah berkomitmen agar proses transisi siswa dari tingkat SD ke SMP maupun dari SMP ke SMA, tidak menjadi beban finansial bagi pihak keluarga. ?Langkah itu diambil sebagai bentuk pelaksanaan arahan langsung dari Wali Kota Mataram untuk memastikan Program Wajib Belajar 12 Tahun dapat tercapai secara maksimal.

"Dengan mengurangi beban biaya perpisahan, diharapkan dapat memberikan dampak psikologis yang positif bagi orang tua dan siswa, serta meningkatkan rasa percaya diri anak dalam menuntut ilmu," ungkapnya.


Ilustrasi Medcom.id


Sementara terkait pelaksanaan acara sekolah, Martawang menyatakan hal tersebut bersifat opsional dan situasional. Pihaknya mengimbau agar tidak ada stratifikasi atau perbedaan perlakuan antar-siswa berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua.

"Orang tua yang memiliki kemampuan finansial lebih diharapkan memiliki kepedulian dan empati terhadap keluarga siswa yang kurang mampu," imbaunya.

Martawang menegaskan fokus utama manajemen pendidikan saat ini adalah menjaga keberlanjutan pendidikan bagi seluruh anak di Kota Mataram. "Terkait dinamika atau kegiatan yang terjadi di luar kebijakan resmi, hal tersebut berada di luar ranah kebijakan Dinas Pendidikan. Namun, prinsip dasar untuk tidak memberatkan masyarakat akan tetap menjadi acuan utama," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)