Dolar Melemah Lagi di Tengah Kesepakatan Damai AS-Iran

Dolar AS. Foto: MI/Usman Iskandar.

Dolar Melemah Lagi di Tengah Kesepakatan Damai AS-Iran

Husen Miftahudin • 16 June 2026 08:35

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Senin waktu setempat setelah Washington dan Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan perdamaian sementara.

Berita tersebut mengurangi permintaan aset aman dan meningkatkan sentimen risiko sehingga mendorong harga saham naik, sementara harga minyak serta imbal hasil obligasi pemerintah turun.

Mengutip Xinhua, Selasa, 16 Juni 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,12 persen menjadi 99,631.

Pada penutupan perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1595 dari USD1,1575 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3419 dari USD1,3416 pada sesi sebelumnya.

Dolar AS diperdagangkan pada 160,31 yen Jepang, lebih tinggi dari 160,24 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,794 franc Swiss dari 0,7968 franc Swiss.

Mata uang Nergeri Paman Sam itu naik menjadi 1,3987 dolar Kanada dari 1,398 dolar Kanada. Dolar AS melemah menjadi 9,3913 krona Swedia dari 9,4215 krona Swedia.
 

Baca juga: Ditutup Naik 221 Poin, Rupiah Senin Sore Sentuh Level Rp17.600-an


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Kesepakatan damai AS-Iran ditandatangani Jumat


AS dan Iran telah mencapai kesepakatan perdamaian sementara yang akan mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan, dan mengancam perekonomian global dalam prosesnya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan itu telah lengkap dan dia telah sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol. Pada saat yang sama, Trump menyetujui penghapusan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran.

Pakistan menyatakan nota kesepahaman (MoU) akan ditandatangani di Swiss pada Jumat. Negara Asia itu telah berperan sebagai mediator utama antara AS dan Iran selama konflik tersebut.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kedua negara telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini. Itu termasuk Lebanon, kata Sharif.

Kekhawatiran telah menyelimuti prospek kesepakatan tersebut setelah Israel yang bersekutu dengan AS melakukan serangan terhadap milisi Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon pada akhir pekan, yang menyebabkan kecaman keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu oleh Trump.

Selain pembukaan blokade selat dan pencabutan blokade, AS dan Iran belum memberikan rincian spesifik. Media pemerintah Iran menambahkan sesuai dengan MoU tersebut, Washington wajib mencabut semua sanksi terhadap Iran.

Kedua belah pihak mengatakan negosiasi lebih lanjut untuk membahas poin-poin yang masih menjadi kendala, seperti program nuklir Iran dan sanksi, akan diadakan selama 60 hari setelah penandatanganan kesepakatan.

Pada Senin saat berkunjung ke Prancis, Trump mengatakan Iran telah sepenuhnya setuju untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir, sementara Reuters mengatakan Iran telah setuju untuk menahan diri dari pengayaan uranium lebih lanjut atau perluasan fasilitas nuklirnya.

(Husen Miftahudin)