Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemerintah Fokus Mitigasi Dampak Lingkungan dan Perlindungan Masyarakat

Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat peringatan Hari Danau Dunia 2026 di Depok, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026). ANTARA/HO-KLH

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemerintah Fokus Mitigasi Dampak Lingkungan dan Perlindungan Masyarakat

Siti Yona Hukmana • 7 September 2026 12:19

Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyampaikan pesan dan imbauan menyikapi erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 5 September 2026. Kementerian Lingkungan Hidup disebut terus memantau intensif dampak ekologis dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. 

"Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memitigasi dampak lingkungan dan perlindungan masyarakat," kata Jumhur dikutip dari Instagram Metro TV, Senin, 7 September 2026.

Jumhur menyebut Tim Reaksi Cepat Kementerian Lingkungan Hidup diturunkan untuk mengukur kualitas udara. Termasuk, memantau kualitas air laut di wilayah pesisir Banten dan Lampung. 

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi KESDM/aa.

Ia mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan selalu menggunakan masker saat aktivitas di luar ruangan. Jumhur juga meminta masyarakat mematuhi panduan dari Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

"Saya juga meminta kepada pemerintah daerah untuj mengamankan sumber air bersih warga dari kontaminasi abu vulkanik," ungkap Jumhur. 

Ekosistem pesisir dan penanganan dampak biologis disebut akan dilaksanakan begitu kondisi aktivitas gunung api dinyatakan stabil.

(Siti Yona Hukmana)