595 KK Terdampak Banjir di Kabupaten Nias Barat, BPBD: Nihil Korban Jiwa

Ilustrasi banjir. Sumber: BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah.

595 KK Terdampak Banjir di Kabupaten Nias Barat, BPBD: Nihil Korban Jiwa

Lukman Diah Sari • 7 September 2026 22:07

Medan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara mencatat sebanyak 595 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang merendam Kabupaten Nias Barat, Sumatra Utara. Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengungkapkan bahwa bencana hidrometeorologi tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu, 6 September 2026.

"Berdasarkan laporan, sebanyak 595 kepala keluarga terdampak banjir di Kabupaten Nias Barat yang terjadi pada Minggu," ujar Sri Wahyuni di Medan, Senin, 7 September 2026, melansir Antara.

Banjir merata yang merendam kawasan permukiman warga tersebut tercatat meluas hingga ke belasan desa. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumut, wilayah yang terdampak meliputi 13 desa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu:
  • Kecamatan Lahomi

  • Kecamatan Mandrehe

  • Kecamatan Mandrehe Barat

  • Kecamatan Sirombu

Meski genangan air sempat merendam permukikan warga, pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat musibah ini.

"Tidak ada pengungsi, korban luka, maupun korban jiwa berdasarkan laporan yang diterima," tegas Sri.

Fasilitas Pertanian dan Infrastruktur Ikut Terdampak

Selain merendam permukiman penduduk, terjangan arus banjir di Nias Barat juga berdampak langsung terhadap sektor pertanian serta infrastruktur publik. Sejumlah lahan persawahan dan saluran irigrasi warga dilaporkan mengalami kerusakan.


Jembatan gantung di Kabupaten Nkas Barat rusak akibat bencana banjir ANTARA/HO-Pusdalops Sumut

Di samping itu, derasnya arus air turut berdampak pada satu unit jembatan gantung yang menjadi akses mobilitas warga di wilayah tersebut.

"BPBD Kabupaten Nias Barat terus melakukan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)