Marketing Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis Asuransi

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Marketing Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis Asuransi

Eko Nordiansyah • 7 September 2026 09:52

Jakarta: PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo menegaskan peran strategisnya dalam industri jasa keuangan nasional. Upaya transformasi dilakukan dengan mendorong pertumbuhan bisnis melalui pemanfaatan teknologi, data, dan inovasi pemasaran.

"Kalau melihat dinamika sekarang, peran marketing memang sudah berubah jauh. Kita tidak bisa lagi hanya bicara brand atau kampanye. Ada ekspektasi yang lebih besar: bagaimana marketing benar-benar bisa jadi penggerak pertumbuhan bisnis," ujar Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.

Perubahan ini sejalan dengan tren global, yakni fungsi pemasaran menjadi bagian inti strategi pertumbuhan perusahaan, termasuk melalui pemanfaatan data, teknologi, dan peningkatan pengalaman pelanggan secara menyeluruh.

"Bahkan dari berbagai studi juga terlihat, perusahaan yang menjadikan marketing sebagai bagian dari strategy growth itu punya peluang lebih besar untuk tumbuh. Jadi memang arahnya ke sana: lebih data-driven, lebih dekat ke customer, dan lebih terukur dampaknya," lanjut dia.

Untuk itu, Askrindo diganjar "Best Chief Marketing Officer 2026 in Encouraging Insurance Inclusion and Education through Strategic Partnerships (General Insurance Category)" dalam ajang Indonesia Best CMO Awards 2026.


(Askrindo meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Best CMO Awards 2026. Foto: Dok Askrindo)

Mendorong akses masyarakat terhadap produk asuransi

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kepemimpinan Askrindo dalam mengintegrasikan strategi pemasaran dengan tujuan bisnis perusahaan, khususnya dalam mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap produk asuransi dan penjaminan melalui kemitraan strategis lintas sektor.

"Di Askrindo, kami melihat kolaborasi itu bukan sekadar kerja sama, tapi cara untuk membuka akses. Karena tantangan inklusi asuransi itu tidak bisa diselesaikan sendiri, harus lewat ekosistem," jelas Budhi.

Di tengah percepatan digitalisasi, pendekatan pemasaran juga semakin bergeser ke arah pemanfaatan teknologi, data, dan kanal digital yang semakin dominan dalam menjangkau dan memahami kebutuhan pelanggan.

"Sekarang dengan digital dan AI, kita punya kesempatan untuk benar-benar memahami perilaku customer. Tapi di sisi lain, itu juga jadi tantangan, karena setiap strategi harus bisa dibuktikan impact-nya ke bisnis, bukan hanya awareness," ujar dia.

Sebagai perusahaan BUMN di bidang asuransi dan penjaminan, Askrindo terus mendorong penguatan peran pemasaran dan komunikasi sebagai bagian integral dari transformasi bisnis, termasuk melalui digitalisasi layanan dan pengembangan ekosistem kemitraan.

"Ke depan, tantangannya bukan cuma bagaimana kita adaptif, tapi bagaimana setiap langkah yang kita ambil benar-benar punya kontribusi ke pertumbuhan. Dan di saat yang sama, tetap relevan untuk mendorong inklusi keuangan yang lebih luas," tutup Budhi.

(Eko Nordiansyah)