Layanan Dokumen Kependudukan Digital Hadir di Manokwari Selatan

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan inovasi pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) berbasis digital. Foto: Dok. Istimewa.

Layanan Dokumen Kependudukan Digital Hadir di Manokwari Selatan

Fachri Audhia Hafiez • 3 September 2026 19:53

Manokwari Selatan: Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan inovasi pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) berbasis digital. Khususnya bagi warga di Kawasan Transmigrasi Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

“Kami melihat masyarakat tidak seharusnya selalu menempuh perjalanan jauh hanya untuk memulai pengurusan dokumen kependudukan. Karena itu, kami mencoba menghadirkan sistem yang sederhana dan mudah diakses melalui telepon seluler, sehingga teknologi dapat membantu mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” kata Ketua TEP ITS Yogantara Setya Dharmawan dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 September 2026.
 


Langkah ini dirancang untuk mempermudah warga dalam mengurus dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK) hingga Akta Kelahiran secara mandiri dari telepon seluler. Sistem tersebut mendukung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Manokwari Selatan dalam memperluas jangkauan layanan, sekaligus mengatasi hambatan jarak dan keterbatasan transportasi menuju pusat pemerintahan.

Sistem digital buatan para akademisi ITS ini dikembangkan guna memperkuat pola pelayanan jemput bola yang dilakukan pemerintah daerah. Melalui sistem ini, Disdukcapil dapat memetakan serta memverifikasi data permohonan warga lebih awal sebelum petugas diterjunkan langsung ke kampung-kampung terpencil.

“Digitalisasi ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan petugas pelayanan. Justru sebaliknya, sistem tersebut dirancang untuk memperkuat pola jemput bola. Data pengajuan warga dapat membantu pemerintah mengetahui kebutuhan masyarakat lebih awal sebelum petugas turun langsung ke kampung-kampung dan wilayah yang jauh dari pusat pelayanan,” ujar Yogantara.


Ilustrasi. Foto: laman resmi Desa Beskui.

Kehadiran inovasi berbasis teknologi di kawasan transmigrasi ini mendapat apresiasi penuh dari Kementerian Transmigrasi. Kehadiran perguruan tinggi dinilai memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup dan kemudahan akses pelayanan publik masyarakat daerah.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pentingnya pemanfaatan riset dan ilmu pengetahuan kampus sebagai solusi konkret atas berbagai tantangan di lapangan.

“Inilah makna bakti Tim Ekspedisi Patriot. Kami ingin ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di kampus atau dalam laporan penelitian, tetapi hadir menjawab persoalan masyarakat,” ujar Iftitah.

Iftitah menekankan bahwa fokus transformasi transmigrasi saat ini menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia serta percepatan pembangunan berbasis digitalisasi dan kolaborasi antarlembaga.

“Prinsipnya sederhana, pelayanan pemerintah harus semakin dekat dengan rakyat, bukan rakyat yang terus dipaksa jauh-jauh mendekati pusat pelayanan,” tegas Iftitah.

(Fachri Audhia Hafiez)