Pasukan Israel dalam operasi darat di Tepi Barat. (Anadolu Agency)
Dubes AS Tegaskan Israel Harus Lindungi Warga Palestina di Tepi Barat
Willy Haryono • 5 September 2026 18:15
Turmus Ayya: Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel Mike Huckabee mengatakan pemerintah Israel bertanggung jawab melindungi warga Palestina di seluruh wilayah Tepi Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Huckabee kepada wartawan pada Sabtu, 5 September 2026, setelah bertemu sejumlah keluarga Palestina, termasuk kerabat warga negara AS yang tewas dalam serangan pemukim Israel, di Turmus Ayya.
“Salah satu pesan yang telah dan akan terus kami sampaikan adalah bahwa masyarakat di komunitas-komunitas ini berhak hidup dengan tingkat keamanan dan keselamatan tertentu, dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan hal tersebut terjadi,” kata Huckabee, dikutip dari TRT World.
Kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat meningkat tajam sejak koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang disebut sebagai pemerintahan paling sayap kanan dalam sejarah Israel, mulai berkuasa pada 2022.
Sejumlah permukiman baru juga bermunculan di sekitar Turmus Ayya, kota Palestina dekat Ramallah yang dikunjungi Huckabee.
Warga setempat mengatakan pemukim Israel secara rutin melakukan intimidasi terhadap penduduk, termasuk merusak properti warga Palestina. Mereka juga menilai pasukan Israel kerap gagal melakukan intervensi maupun membawa pelaku ke pengadilan.
Wali Kota Turmus Ayya Nawwaf Zaghoul mengatakan masih banyak persoalan yang harus dibahas, terutama terkait serangan yang terus dilakukan pemukim.
“Kami memiliki banyak persoalan yang akan kami bahas,” kata Zaghoul kepada wartawan.
Sekitar 80 persen dari 3.000 penduduk Turmus Ayya disebut memiliki kewarganegaraan AS. Kondisi tersebut membuat Washington memiliki kepentingan langsung terhadap keamanan warga di wilayah tersebut.
Salah seorang warga, Sameer Hazama, berharap kunjungan Huckabee dapat mendorong tindakan terhadap para pemukim yang melakukan kekerasan.
“Kami berharap duta besar akan melakukan sesuatu untuk kami terkait para pemukim yang tidak tunduk pada hukum ini,” ujarnya.
Ekspansi Permukiman Israel
Huckabee merupakan seorang pendeta Baptis dan selama bertahun-tahun dikenal sebagai pendukung permukiman Israel. Namun, dia juga menyerukan agar pemukim yang melakukan kekerasan diproses secara hukum.Menurut Huckabee, pelaku kekerasan tersebut hanya sebagian kecil dari komunitas pemukim Israel yang jumlahnya sekitar 750.000 orang.
Huckabee sebelumnya mengunjungi Taybeh, sebuah desa Kristen di Tepi Barat, setelah sebuah gereja di wilayah tersebut dirusak. Saat itu, dia menyebut tindakan tersebut sebagai “teror” dan sebuah kejahatan.
Di sisi lain, pemerintahan Netanyahu terus memperluas permukiman Israel di berbagai wilayah Tepi Barat. Perluasan tersebut dinilai semakin memperkuat kendali Israel atas wilayah yang diinginkan Palestina sebagai bagian dari negara mereka.
Permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sebagian besar negara memandang Tepi Barat sebagai wilayah yang diduduki.
Israel menolak pandangan tersebut dan menyatakan status wilayah itu masih disengketakan, bukan wilayah pendudukan.
Baca juga: Palestina Tuduh Israel Curi Artefak dari Situs Arkeologi Sebastia di Tepi Barat