Jalur Kereta Api Lintas Utara Bisa Dilalui dengan Kecepatan Terbatas

Petugas KAI Daop 8 Surabaya memantau kondisi jalur dan operasional perjalanan. (Dokumentasi/ Humas Daop 8 Surabaya)

Jalur Kereta Api Lintas Utara Bisa Dilalui dengan Kecepatan Terbatas

Amaluddin • 20 January 2026 19:14

Surabaya: Upaya pemulihan jalur kereta api (KA) pasca-banjir di Pekalongan, Jawa Tengah, mulai membuahkan hasil. PT KAI Daop 8 Surabaya memastikan lintas utara sudah bisa dilalui dengan kecepatan terbatas, sehingga perjalanan dari dan menuju Surabaya berangsur normal.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan keselamatan menjadi faktor utama dalam pemulihan jalur. Meskipun lintas sudah dibuka, kecepatan perjalanan masih dibatasi.

“Mulai hari ini perjalanan kereta api secara bertahap kembali normal seiring rampungnya penanganan prasarana di wilayah Pekalongan. Namun, masih terdapat satu keberangkatan KA dari Daop 8 Surabaya yang dibatalkan karena rangkaian kereta harus menunggu kedatangan dari perjalanan sebelumnya yang mengalami keterlambatan,” kata Mahendro, Selasa, 20 Januari 2026.
 


Pemulihan ini merupakan hasil kerja intensif sejak Jumat, 16 Januari 2026, saat banjir mengganggu beberapa titik prasarana perkeretaapian. Tim teknis KAI memeriksa rel, bantalan, sistem persinyalan, dan kestabilan tanah untuk memastikan jalur aman sebelum kembali dioperasikan.

Adapun satu perjalanan yang dibatalkan adalah KA (7001A) Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir dengan jadwal keberangkatan pukul 18.25 WIB. Hingga pukul 10.00 WIB, tercatat tiga KA tujuan Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan, yakni dua KA terlambat tiba di Stasiun Surabaya Pasarturi dan satu KA di Stasiun Malang.

"Rata-rata keterlambatan tercatat sekitar 52 menit," ujar Mahendro.

Selain memperbaiki jalur, KAI Daop 8 Surabaya juga mengoptimalkan rangkaian KA dan pengaturan operasional untuk meminimalkan dampak bagi penumpang. Penyesuaian ini bertujuan agar perjalanan KA yang masih beroperasi tetap lancar sekaligus mempercepat pemulihan jadwal.

Mahendro menegaskan, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari manajemen risiko. Langkah ini juga termasuk respons darurat dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu operasional transportasi massal.

“Kami terus melakukan evaluasi dan monitoring di lapangan. Setiap keputusan operasional diambil dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan petugas,” tegas Mahendro.


Ilustrasi kereta api. Dokumentasi/ KAI


Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI mempermudah layanan bagi penumpang yang terdampak pembatalan atau keterlambatan. Penumpang berhak mendapatkan pengembalian tiket penuh atau menjadwal ulang tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan.

Refund 100 persen di luar biaya pemesanan atau reschedule tanpa biaya tambahan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center 121,” pungkas Mahendro.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)